Menu

Berkeluarga dan Punya Anak Perlu Persiapan Psikologis, Apa Saja? Simak Penjelasan Psikolog Ini Moms!

14 Februari 2022 18:26 WIB
Berkeluarga dan Punya Anak Perlu Persiapan Psikologis, Apa Saja? Simak Penjelasan Psikolog Ini Moms!

Ilustrasi USG kehamilan. (Unsplash/Kelly Sikkema)

Lebih lanjut, Inez pun menuturkan bahwa tak hanya harus aware terhadap alat kontrasepsi, pasangan suami istri usia subur pun harus benar-benar bisa memahami makna sesungguhnya dari menjadi orang tua. Mereka pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dari aspek psikologis terhadap kehamilannya nanti.

Termasuk alasan mengapa mereka ingin memiliki anak dalam waktu satu atau dua tahun setelah menikah. Pasalnya, dengan mengetahui hal tersebut, pasangan suami istri tersebut dapat lebih menghayati peran sebagai orang tua dengan lebih bertanggung jawab.

“Karena kan kita perlu mengingat juga bahwa persiapan keluarga ini merupakan tanggung jawab dari suami maupun istri, seperti yang tadi sudah disampaikan sebelumnya terkadang kita memiliki pandangan bahwa perencanaan kehamilan itu merupakan tanggung jawabnya atau urusannya perempuan, padahal sebenarnya itu merupakan tanggung jawab dari keduanya, baik suami maupun istri. Sehingga dua-duanya itu perlu menghayati dan bertanya kepada diri sendiri juga terkait pemahaman akan makna menjadi orang tua,” tutur Inez.

“Misalnya Kenapa ingin punya anak, kemudian kenapa rencananya misalnya satu tahun lagi atau 2 tahun lagi, supaya kita bisa menghayati peran orang tua itu sebagai sesuatu yang lebih bertanggung jawab,” sambung Inez.

Kemudian, meskipun istri yang nantinya akan mengandung, Inez menegaskan, para suami harus tetap memiliki tanggung jawab karena proses kehamilan dan parenting itu membutuhkan kerja sama tim yang baik antar pasangan.

“Kemudian yang penting juga adalah pemahaman akan keragaman yang setara antara suami dan istri dalam proses kehamilan dan parenting, karena walaupun kehamilan itu yang menjalani Istri tetap tanggung jawabnya berdua. Dan parenting itu juga dilakukan berdua. Sehingga penghayatan bahwa kita adalah satu tim yang bisa bekerja sama itu sangat penting,” papar Inez.

Baca Juga: Jangan Cuma Salahkan Perempuan, Hampir 40% Infertilitas Dipicu Faktor Pria Lho!

Baca Juga: Bukan Hanya Soal Kehamilan, Morula dan Monash University Ungkap Perspektif Baru tentang Perjalanan IVF

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan