Alat Kontrasepsi. (Unsplash/Reproductive Health Supplies Coalition)
“Karenanya dengan kita melakukan konferensi pers ini, semoga masyarakat kita bisa sadar betul, karena sampai dengan saat ini tingkat pendidikan Indonesia masih dikatakan rendah, belum mencapai rata-rata 9 tahun. Jadi memang membutuhkan informasi-informasi terkait pelayanan KB, terkait kesehatan reproduksi,” sambung dr. Eni.
Lebih lanjut, dr. Eni pun berharap, dengan terjalinnya kerja sama antara BKKBN dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBA), masyarakat dapat memahami pentingnya menggunakan kontrasepsi dan pentingnya Keluarga Berencana (KB).
“Nah salah satu upaya kita untuk dapat mencapai target RPJMN ini adalah dengan kontribusi pemakaian kontrasepsi. Saya berharap betul, sahabat-sahabat bidan semua dan teman-teman media bisa menyampaikan informasi penting ini agar mereka mengetahui risiko-risiko terkait kematian ibu dan bayi dan stunting. Karena saat ini ternyata pernikahan di usia anak sudah cukup tinggi, angka kelahiran pada usia remaja cukup meningkat. Demikian juga kematian ibu di atas usia 35 tahun juga ini masih menjadi masalah,” tuturnya.
Gak cuma itu, dr. Eni pun berharap, masyarakat juga bisa bisa mengatur atau menjaga jarak angka kelahiran, sehingga terciptanya keluarga yang berkualitas. Pasalnya, dengan adanya keluarga berkualitas maka dapat menurunkan tingkat stunting dan dengan begitu anak yang lahir nantinya dapat menjadi anak yang berkualitas dan terciptanya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Semoga kegiatan ini bisa mengedukasi masyarakat untuk sadar akan kesehatan reproduksinya, karena kontrasepsi bukan hanya untuk mencegah kehamilan atau membatasi kelahiran anak, tapi betul-betul masyarakat itu mengetahui, memahami, dan juga menggunakan kontrasepsi sebagai salah satu hak mereka untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Karena dengan mereka menggunakan kontrasepsi mereka dapat membatasi kehamilannya, dapat mengatur jarak anaknya, dapat merencanakan setiap kehamilan, sehingga akan lahirlah anak-anak yang berkualitas, anak-anak tanpa risiko stunting, dan tentunya untuk meningkatkan sumber daya manusia di masa yang akan datang,” pungkas dr. Eni.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.