Menu

Hari Perempuan Internasional: Tessa Wijaya Mendobrak Batasan di Industri Startup dan Teknologi

08 Maret 2022 17:56 WIB
Hari Perempuan Internasional: Tessa Wijaya Mendobrak Batasan di Industri Startup dan Teknologi

Tessa Wijaya, Chief Operating Officer dan Co-Founder Xendit. (Istimewa/Edited By HerStory)

HerStory, Bogor —

Women in Tech menjadi istilah yang kian ramai digaungkan, terlebih sejalan dengan pertumbuhan teknologi yang pesat di Indonesia. Selama ini, dunia teknologi - termasuk industri startup - identik dengan dominasi kaum laki-laki.

Indonesia bahkan memiliki rasio terendah di Asia Tenggara, dalam hal proporsi perempuan yang bekerja di sektor teknologi, yakni hanya 22%. Hal ini berbanding kontras dengan negara-negara seperti Thailand dan Filipina, yang memiliki 48% tenaga kerja perempuan di sektor yang sama.

Salah satu sosok perempuan yang terjun ke dunia digital adalah Tessa Wijaya, Chief Operating Officer dan Co-Founder Xendit, perusahaan teknologi keuangan yang menyediakan solusi pembayaran digital untuk Indonesia dan Asia Tenggara.

Setelah mendapatkan pendanaan Seri-C pada bulan September 2021 lalu, Tessa Wijaya resmi menjadi co-founder perempuan pertama di Indonesia yang berhasil membawa startup-nya meraih status unicorn.

Dalam semangat Hari Perempuan Internasional, Tessa membagikan suka-duka serta pesannya bagi para perempuan yang tertarik untuk memasuki industri startup dan teknologi. Memiliki keprihatinan terhadap isu kesetaraan gender di lingkungan kerja, Tessa berharap bisa meningkatkan kesadaran serta ketertarikan perempuan untuk berkarya di industri yang sedang bertumbuh pesat ini. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung oleh UN Women untuk perayaan Hari Perempuan Internasional tahun 2022, yakni “Gender Equality Today for a Sustainable Tomorrow”.

“Secara global, founder startup perempuan di bidang teknologi finansial (fintech) masih sangat terbatas, yaitu hanya 7i total founder fintech. Hal ini terjadi bukan semata-mata karena perempuan tidak mempunyai keterampilan yang mumpuni - namun lebih dikarenakan kurangnya kesadaran bahwa perempuan dan laki-laki sama-sama bisa berkarya dengan baik di sektor digital. Itulah mengapa, penting sekali untuk mengedukasi generasi perempuan muda agar bisa menjadi pemimpin teknologi di masa depan,” ungkap Tessa, yang memiliki latar belakang karir dari industri keuangan.

Untuk itu, Tessa pun membagikan 5 pesan dari pengalamannya, bagi para perempuan muda yang tertarik untuk membangun karir di bidang startup dan teknologi, yakni:

Baca Juga: Inspiratif! Novia Nur Ismi Tetap Tampil Pede Meski Jerawat Penuhi Wajahnya

Baca Juga: Cerita Gadis Pengidap Leukimia: Berhasil Lawan Kanker Selama 4 Tahun, Ternyata Ini di Balik Kesembuhannya

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: