Menu

Kisah Mega Puspita, Berdayakan Perajin Bambu di Desa Besarkan Bisnis Studio Dapur Hingga ke Kancah Global

10 Maret 2022 16:28 WIB
Kisah Mega Puspita, Berdayakan Perajin Bambu di Desa Besarkan Bisnis Studio Dapur Hingga ke Kancah Global

Mega Puspita, Pemilik Usaha Studio Dapur. (Riana/HerStory)

Ketika membahas tantangan, Mega menuturkan bahwa tantangan kerja menjadi salah satunya. Ia pun kerap memikirkan bagaimana caranya membuat sistem yang baik dalam sebuah produksi, yang dapat menjaga kualitas dan menjaga aktivitas sosial.

Tak hanya itu, meski berbasis bisnis, namun Mega juga memperhatikan kelestarian desa, marketing, edukasi pasar, dan terus berinovasi agar tetap relevan sesuai dengan kebutuhan pasar. Mega pun mengaku dirinya rutin mengedukasi para pengrajin bambu dan warga setempat terkait pembuatan kerajinan bambu berkualitas agar bisa dijadikan mata pencaharian warga sekaligus menjaga kelestarian desa.

Untuk membuat ayaman bambunya bernilai jual tinggi, Mega pun fokus pada desain yang dihadirkan. Seperti diketahui, kata dia, biasanya peralatan dapur terbuat dari anyaman bambu memiliki model yang kuno dan kurang menarik. Karenanya, ia pun mengemas peralatan dapurnya menjadi lebih modern dan menarik. Untuk desain produknya sendiri, Mega mengaku, dirinya tak segan turun langsung dan mengerjakannya sendiri.

“Kami memang sengaja menghadirkan desain modern ini, soalnya kalau enggak didesain seperti sekarang. Itu juga akan susah. Jadi, saya dan tim selalu berpikir untuk menghadirkan inovasi baru. Misalnya, kayak anyaman untuk lampu. Itu unik kan,” paparnya.

Mega pun menargetkan pangsa pasar pasangan muda ke atas, ia menawarkan produk alat dapur yang memiliki value yang tinggi. Untuk bisa survive, Mega tak segan mengikuti tren yang berkembang dalam menciptakan produk-produknya.

Dan di masa pandemi Covid-19 ini, Mega pun tak menampik bahwa bisnisnya ikut terdampak. Dampaknya sendiri adalah dari sisi pemasaran. Mega mengaku bahwa sebelum pandemi, Studio Dapur aktif mengikuti pameran Nasional. Dari situ, Mega bertemu dengan pembeli dari negara asing, yang membantunya bisa ekspor ke luar negeri.

Baca Juga: Kenapa 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional?

Baca Juga: Ikut Buka Suara dalam Women's March 2020, Hannah Al Rashid: Lokasi Syuting yang Paling Ideal? No Laki-laki yang Tangannya Kemana-Mana!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: