Menu

Kisah Mega Puspita, Berdayakan Perajin Bambu di Desa Besarkan Bisnis Studio Dapur Hingga ke Kancah Global

10 Maret 2022 16:28 WIB
Kisah Mega Puspita, Berdayakan Perajin Bambu di Desa Besarkan Bisnis Studio Dapur Hingga ke Kancah Global

Mega Puspita, Pemilik Usaha Studio Dapur. (Riana/HerStory)

Nah, saat masa pandemi Covid-19 ini, Mega mengaku lebih banyak memanfaatkan platform online seperti Tokopedia dan memanfatkan media sosial untuk pemasarannya.

“Pandemi ini pasti berdampak banget ya apalagi pas awal-awal. Dampaknya pertama kita berubah dari B2B jadi B2C. Jadi Studio Dapur sendiri memiliki target pasar kepada restoran dan hotel. Tetapi, pandemi menyebabkan permintaan menurun.  Akhirnya kita beralih melakukan pemasaran lewat digital, bagus sih karena kita jadi punya beberapa channel baru utnuk pemasukan. Nah, dengan bergabung di platform Tokopedia jujur itu sangat membantu Studio Dapur untuk tetap mempertahakan bisnis sekaligus penggunaan produk dari Studio Dapur. Kita juga gunain Reels dan lain-lain, agar bener-bener bisa membangun komunitas dan sosial medianya juga dikuatin lagi gitu,” ujar Mega.

Kemudian, berkaitan dengan peringatan Hari Perempuan Internasional, Mega pun punya pandangan menarik tentang wanita. Menurutnya, Hari Perempuan Internasional bukan hanya satu hari perayaan perempuan luar biasa yang mengatasi bias dan menjadi panutan yang menginspirasi bagi orang lain, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus menginspirasi pikiran wanita, memahami identitas dan menyuarakan suara mereka untuk meningkatkan hidup mereka dan sesama, serta mendorong dunia yang lebih inklusif bagi semua orang.

“Di Studio Dapur ini aku kebetulan wanitanya itu aku sendiri.Dua founder lainnya kan laki-laki. Dari pas kuliah juga di jurusanku wanita itu minoritas keberadaannya. Dari situ justru aku melihat bahwa dari sisi wanita, kalau kita bikin produk segala macam tuh kita jadi bisa melihat sisi-sisi yang lebih mungkin gak terpenuhi sama yang laki-laki lakukan. Aku ngerasa dengan adanya keseimbangan antara perempuan dan laki-laki itu di dunia pekerjaan atau di duni riset dll, kita bisa jadi saling mengisi,” pungkasnya.

Nah Beauty, ternyata bisnis yang digagas Mega Puspita ini berhasil menarik perhatian banyak generasi muda pada kerajinan bambu. Bahkan, produk-produk dari Studio Dapur sudah berhasil dipamerkan hingga New York dan Jerman, lho! Semoga kisah Mega ini menginspirasimu ya!

Baca Juga: Kenapa 8 Maret Diperingati Sebagai Hari Perempuan Internasional?

Baca Juga: Ikut Buka Suara dalam Women's March 2020, Hannah Al Rashid: Lokasi Syuting yang Paling Ideal? No Laki-laki yang Tangannya Kemana-Mana!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman: