Melakukan seks di meja (Getty Images/Fabio Formaggio)
“Sedangkan sel telur sendiri itu begitu dia dilepaskan pada saat masa ovulasi, dia hanya punya waktu bertahan bisa dibuahi sebelum dia mengalami kematian secara alami itu 24 jam. Nah jadi dengan melakukan hubungan seksual secara teratur, maka apabila terjadi ovulasi, kapan pun sel telur dilepaskan, maka akan ada selalu ada sperma yang standby untuk nungguin sel telur yang siap dibuahi, sehingga peluang yang paling baik untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang sedang merencanakan kehamilan adalah hubungan seksual secara teratur, tanpa perlu memperhitungkan masa subur atau tanggal tertentu,” sambungnya.
Lebih lanjut, dr. Yassin menegaskan, masalah gangguan kesuburan yang dialami oleh pasutri ini bisa bermacam-macam. Pada wanita biasanya bisa dari sel telurnya ada atau tidak, adanya gangguan dari hormon, ada masalah di saluran telur yang mampet, ada kelainan pada rahim.
Sedangkan pada pria biasanya dilihat dari spemanya aktif atau tidak, saluran spermanya terhambat atau tidak, serta dilihat juga produksi spermanya apakah normal atau tidak. Dan, gangguan kesuburan ini pun bisa menimpa pada pasutri yang sudah memiliki anak, lho Moms.
“Bagi pasangan yang sudah pernah punya anak pun, bisa juga mengalami gangguan kesuburan. Namanya infertilitas sekunder, yaitu gangguan kesuburan yang dialami oleh pasangan yang sudah pernah punya anak sebelumnya. Pengen punya anak lagi kok susah. Misalnya sebelumnya dia pakai KB, terus dilepas KB-nya, dan hubungan seksual secara teratur, harusnya dalam setahun dia akan hamil secara alami. Jika dia sudah berhubungan teratur tapi belum ada hasilnya juga, kemungkinan mengalami infertilitas sekunder,” terang dr. Yassin.
Lebih lanjut, dr. Yassin menyarankan si suami dan istri juga mesti mempersiapkan diri, karena hasil pembuahanitu akan datang dari sel telur dan sperma yang sehat. Sementara, sel telur dan sperma yang sehat Itu akan datang dari tubuh yang sehat.
“Maka itu promil itu gak sebatas aktivitas bikin anaknya doang, tiga kali seminggu hadir gitu. Tapi itu perlu juga mempersiapkan diri agar selalu dalam kondisi yang sehat, misalnya menjauhi berbagai gaya hidup yang dapat merusak, seperti merokok. Lalu juga dilihat bagaimana kesehariannya, apakah mengalami obesitas atau kegemukan atau terlalu kurus dari faktor gizi, bagaimana konsumsi gizi sehari-harinya apakah diet gizi seimbang, sehingga itu akan meningkatkan resiko gangguan kesuburan.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: