Menu

Ragam Jenis Vaksin Booster, Mana yang Terbaik? Ini Jawaban Ahli

27 April 2022 22:47 WIB
Ragam Jenis Vaksin Booster, Mana yang Terbaik? Ini Jawaban Ahli

Direktur AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri bersama Dokter Spesialis Paru dari Divisi Infeksi Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K). (Riana/HerStory)

“Sementara, heterolog menggunakan vaksin ketiga dengan jenis yang berbeda. Misalnya dosis satu dan kedua menggunakan platform Moderna, sementara dosis ketiganya menggunakan AstraZeneca. Ini diperbolehkan saja, bahkan memiliki proteksi yang lebih baik,” imbuh dr Erlina.

Di kesempatan yang sama, Direktur AstraZeneca Indonesia, Rizman Abudaeri, pun mengimbau masyarakat untuk tak menunda-nunda vaksinasi dosis ketiga alias booster ini. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk tak pilih-pilih jenis vaksin booster, sebab pada hakekatnya semua vaksin punya efikasi yang setara.

“Nah kebijakan booster ada yang namanya homolog maupun heterolog, seperti yang dijelaskan dr. Erlina. Dan semuanya itu didukung uji klinis dan penelitian, jadi gak perlu ragu. Dan gak perlu pilih-pilih vaksin lagi,” ujar Rizman.

Dikatakan Rizma, vaksin AstraZeneca sendiri adalah vaksin 'vektor virus', atau versi virus yang tidak dapat menyebabkan penyakit yang digunakan sebagai bagian dari vaksin, yang membuat tubuh mengetahui cara melawannya jika terpapar virus yang sebenarnya nanti.

Adapun, teknologi vaksin ini telah digunakan oleh para ilmuwan selama 40 tahun terakhir untuk memerangi penyakit menular lainnya seperti flu, Zika, dan HIV.

Menurut Rizman, AstraZeneca dan mitra globalnya telah merilis lebih dari 2,9 miliar dosis vaksin ke lebih dari 180 negara, dan lebih dari dua pertiga dosis ini telah dikirim ke negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah.Vaksin tersebut diperkirakan telah membantu mencegah 50 juta kasus Covid-19, 5 juta rawat inap, dan telah menyelamatkan lebih dari satu juta nyawa.

“Hingga hari ini setidaknya kamu telah merilis lebih dari 2,9 miliar dosis vaksin ke lebih dari 180 negara. Dan, AstraZeneca ini jadi vaksin nomor 2 terbanyak di Indonesia. Meski begitu, saya tegaskan bahwa baik vaksin berbasis mRNA atau vaksin berbasis ‘viral vector’ seperti AstraZeneca, semuanya memiliki efektivitas yang setara. Jadi, vaksin terbaik itu adalah yang tersedia, dan dilakukan dengan segera, karena mereka punya efikasi yang setara,” pungkas Rizman.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan