Buah Pepaya.(Unsplash/Edited by HerStory)
Enzim papain kerap menjadi bahan dalam krim anti penuaan. Namun, tidak semua jenis kulit bereaksi positif terhadap aplikasi tropikal papain pepaya.
Orang dengan alergi lateks juga mungkin alergi terhadap pepaya karena pepaya mengandung enzim yang disebut chitanases. Alergi lateks bisa menyebabkan ruam, panas, dan kemerahan pada kulit. Gejala lain yang dilaporkan termasuk kulit gatal dan kering.
Pepaya matang sangat tinggi akan beta-karoten. Beta-karoten merupakan salah satu jenis antioksidan yang sangat baik untuk fungsi penglihatan. Namun, jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi, beta-karoten dalam pepaya bisa menyebabkan perubahan warna kulit yang secara medis dikenal sebagai karotenemia.
Karotenemia adalah kondisi klinis yang ditandai oleh pigmentasi kuning pada kulit dan peningkatan kadar beta-karoten dalam darah. Karotenemia banyak ditemukan pada anak dan cenderung tidak bahaya. Namun, karena gejalanya yang mirip bisa menyebabkan diagnosis penyakit kuning yang keliru.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel:
Lihat Sumber Artikel di JPNN.com
Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan JPNN.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.