Menu

Bisa Jadi Bahaya! Ini Lho Sederet Alasan Jangan Gunakan Garam dan Gula pada MPASI Anak di Bawah 1 Tahun

14 Juli 2022 08:50 WIB
Bisa Jadi Bahaya! Ini Lho Sederet Alasan Jangan Gunakan Garam dan Gula pada MPASI Anak di Bawah 1 Tahun

Gula pasir (Unsplash/Sharon Mccutcheo)

Saat anak sudah diatas usia 1 tahunpun, sebaiknya Moms tetap membatasi pemberian garam pada si kecil untuk menjaga kesehatannya. Menurut panduan dari Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN). Inilah batas maksimum kadar garam dalam tubuh si kecil sesuai usianya:

  • 0-12 bulan, kurang dari 1 gram (0,4 gram sodium)
  • 1-2 tahun, 2 gram (0,8 gram sodium)
  • 4-6 tahun, 3 gram (1,2 gram sodium)
  • 7-10 tahun, 5 gram (2 gram sodium)
  • 11 tahun keatas, 6 gram (2,4 gram sodium)

Bagaimana dengan gula?

Sama seperti halnya garam, gula juga dilarang untuk bayi di bawah 1 tahun. Namun banyak orangtua yang salah paham, gak memberikan gula bukan berarti gak memberi anak makanan manis sama sekali.

Gula yang dimaksud ialah gula buatan yang dibuat lewat proses kimiawi seperti gula pasir, atau gula pada makanan kemasan.

Badan Kesehatan Dunia WHO menyebut bahwa gula tambahan merupakan bahan yang gak boleh ditambahkan ke makanan yang dipasarkan untuk bayi. Disebutkan oleh para ahli bahwa kandungan gula tambahan dalam makanan bayi bisa membuat anak lebih suka makanan manis sepanjang hidup mereka. 

Konsumsi gula jenis ini berbahaya untuk si kecil karena alasan sebagai berikut:

  • Gula dibuat dengan melalui berbagai tahap penyulingan di pabrik dan menggunakan bahan kimia yang bisa berbahaya untuk bayi
  • Konsumsi gula di usia dini bisa menyebabkan kerusakan pada gigi
  • Kadar gula yang tinggi di dalam darah bisa menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh
  • Penelitian menunjukkan, anak yang sering mengonsumsi gula lebih mudah terkena diabetes dan obesitas kelak.

Pada 2010, para peneliti di University of Calgary di Kanada menemukan bahwa lebih dari setengah makanan yang dipasarkan untuk bayi dan balita memiliki 20 persen kalori yang berasal dari gula.

Sebuah studi tahun 2015 yang dilakukan para peneliti di Icahn School of Medicine di Mount Sinai di New York dan Keck School of Medicine di University of Southern California juga menemukan bahwa 74 persen dari susu formula bayi, sereal sarapan, makanan kemasan, dan yogurt memiliki 20 persen atau lebih kalori yang berasal dari gula tambahan.

Bahan alami pengganti gula dan garam

Gak sulit mencari bahan pemanis alami karena alam telah memberikannya untuk kita. buah-buahan seperti pisang dan pepaya memiliki rasa manis yang disukai oleh bayi. Bahkan, pisang bisa dibuat berbagai resep makanan untuknya seperti kue ulang tahun bebas gula yang satu ini. Sementara untuk madu, Moms bisa berikan ke anak setelah ia berusia satu tahun, ini alasannya.  Untuk garam, rasa asin gurih bisa Moms dapatkan dari kaldu ayam buatan rumah atau rempah seperti kunyit dan kayu manis.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan