Menu

Buat MPASI Anak Jadi Lezat, Berikut 10 Rekomendasi Rempah Rempah yang Bisa Jadi Pengganti Garam, Moms Wajib Tahu!

14 Juli 2022 09:20 WIB
Buat MPASI Anak Jadi Lezat, Berikut 10 Rekomendasi Rempah Rempah yang Bisa Jadi Pengganti Garam, Moms Wajib Tahu!

Ilustrasi Bumbu Rempah (Pixabay/Edited by HerStory)

Buah-Buahan

Menambahkan beberapa jenis buah dalam MPASI adalah tips mudah membuat makanan bayi dengan kaya rasa! Jadi, pergilah ke lemari es Anda dan berkreasilah dengan beberapa resep makanan bayi buatan sendiri yang sehat ini.

Tambahkan buah-buahan seperti pisang, apel, mangga, pir, persik, aprikot, dan alpukat. Tak sulit kan mencari bahan pemanis alami karena alam telah memberikannya untuk kita. buah-buahan seperti pisang dan pepaya memiliki rasa manis yang disukai oleh bayi.

Sayur-Sayuran

Apakah Anda mencari cara untuk membuat makanan bayi lebih menggugah selera tanpa garam? Menambahkan sayuran dapat membantu. Penting agar anak Anda mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dan bukan hanya yang rasanya enak. Berikut adalah beberapa cara untuk menambahkan rasa sebagaimana direkomendasikan laman Baby Kids Bedding 

Anda bisa mencampur sayuran seperti ubi jalar, labu dan wortel dengan kacang polong atau buncis yang dihaluskan untuk mengentalkan campuran.

Apakah Bayi Boleh Mengonsumsi Garam?

Pada dasarnya untuk bayi yang baru mulai MPASI dia tak membutuhkan tambahan garam pada makanannya. Biarkan dia menikmati rasa asli dari menu makanan yang diberikan.

Selama 6 bulan sebelum MPASI, bayi hanya menerima 1 rasa yaitu ASI, jenis menu apapun yang Anda berikan padanya akan menjadi rasa yang baru baginya. Sehingga terlalu banyak kadar garam dalam tubuh bayi bisa menyebabkan kerja ginjal menjadi berat, demikian sebagaimana dikutip laman kesehatan Healthline.

Takaran pemberian garam untuk bayi usia 6 bulan hingga satu tahun kurang dari 1 gram perhari. Sementara itu, ketika usia anak menginjak 3 tahun, maka pemberian garam sudah boleh ditambahkan ya, Moms.

Bagaimana aturan dan batas pemberian garam yang diperbolehkan untuk bayi?

Sebagaimana dilansir dari laman NHS, jumlah maksimum garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah sebagai berikut:

  • Bayi hingga usia 12 bulan yaitu kurang dari 1 gram gram sehari. Sekitar kurang dari 0,4 gram natrium.
  • Usia 1 hingga 3 tahun yaitu kurang dari 2 gram garam sehari (0,8 gram natrium).
  • Lalu, untuk usia 4 sampai 6 tahun yaitu sekitar 3 gram garam sehari (1,2 gram natrium).
  • Kemudian anak yang berusia 7 hingga 10 tahun yaitu sekitar 5 gram garam sehari (2 gram natrium).
  • Usia 11 tahun ke atas yaitu sekitar 6 gram garam sehari (2,4 gram natrium).

Kapan Boleh Memberikan Garam Pada Bayi?

Laman Healthline menulis, bayi membutuhkan sedikit garam dalam makanannya. Namun, tubuh mereka tak dapat menangani jumlah besar. Bayi yang diberi terlalu banyak garam mungkin berisiko mengalami kerusakan ginjal, tekanan darah tinggi, dan mungkin peningkatan risiko penyakit jantung.

Selain itu, jika si kecil telah dibiasakan dengan menambah banyak garam di makanannya, akan dapat menyebabkan bayi mengembangkan preferensi seumur hidup untuk makanan asin, pada gilirannya, mungkin menurunkan kualitas makanan mereka secara keseluruhan.

Cobalah untuk tak menambahkan garam ke makanan bayi Anda saat mereka berusia di bawah 12 bulan. Setelah 1 tahun, Anda dapat memasukkan sedikit garam ke dalam makanan anak Anda.

Demikian hal-hal yang bisa kita pelajari tentang bumbu MPASI bayi selain garam. Ternyata banyak sekali cara untuk menambah cita rasa makanan si kecil, mulai dari tambahan rasa alami dengan rempah-rempah sampai dengan mengkreasikan MPASI dengan beragam buah dan sayur. Tetap semangat berkreasi membuatkan makanan lezat untuk si kecil ya, Moms!

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Share Artikel:

Lihat Sumber Artikel di The Asian Parent

Konten Sindikasi: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan The Asian Parent. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan