Beauty, mungkin di antaramu ada yang memiliki hobi renang? Mungkin pula di antaramu pernah berenang bareng pria termasuk ayah atau saudara laki-lakimu? Tapi, bagaimana kalau ternyata berenang bareng lawan jenis di kolam yang sama bisa bikin kamu hamil? Panik enggak sih dengarnya?

Beberapa waktu lalu pernyataan kontroversial Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty, berhasil menjadi sorotan publik. Sitti mengungkapkan soal wanita bisa hamil ketika berenang bersama pria.

Pernyataan yang cukup  menggegerkan masyarakat Indonesia, khususnya kaum hawa, membuat Sitti mendapat kecaman dari berbagai pihak. Sampai-sampai ada tuntutan untuk melengserkan Sitti dari jabatannya.

Mereka menganggap, sebagai Komisioner KPAI, Sitti kurang berkompeten menjalankan tugasnya dan tak layak menduduki jabatan Komisioner Bidang kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA). 

Pernyataan kontroversial Sitti ini juga terdengar hingga ke telinga para mahasiswi di Universitas BINUS Alam Sutera. Beberapa di antara mereka mengungkapkan kekecewaan dan mengatakan pernyataan tersebut bisa menyesatkan siapa pun yang mendengarnya tanpa mencari tahu lebih dulu kebenarannya.

Baca Juga: Memasuki Usia Kehamilan 7 Bulan, Chaca Frederica: "Selamat Tujuh Bulan Ya Baby"

Eliz Maria mahasiswi Sastra Cina BINUS University, mengatakan kalau pernyataan tersebut bisa menyesatkan banyak pihak apalagi  sex education di Indonesia saat ini yang masih terbilang sangat minim.

"Agak aneh ya karena kan kita di Indonesia selama ini belum pernah namanya diberikan soal pendidikan seks. Jadi ini bisa menyesatkan orang-orang  dan malah dibikin meme di mana-mana. Jadi kayak ada baiknya kalau sejak SMP kita diberikan pendidikan seks itu dan enggak memandang sex education itu suatu hal yang tabu. Enggak setuju aja dengan pernyataan itu karena bisa menyesatkan," ujarnya kepada HerStory, Selasa (25/2/2020).

Tak hanya Eliz, dua teman lainnya Vivin dan Dionna juga mengungkapkan kalau pertanyaan itu sedikit aneh. Mereka meragukan kalau dengan berenang bareng pria saja bisa hamil. Apalagi mereka percaya dengan penelitian yang menyatakan, kalau sperma sendiri enggak bisa bertahan lama di dalam air.

"Aneh ya, agak enggak make sense gitu emang bisa ya. Agak aneh aja enggak masuk akal," ujar Vivin.

"Kalau menurut aku itu hal yang enggak make sense. Enggak mungkin juga sih karena kan katanya sprema enggak akan bertahan lama di dalam air, jadi enggak mungkin banget," tambah Dionna.

Pendapat serupa juga diutarakan oleh Lidya Wijaya mahasiswi dari Food Technology BINUS University. Lidya menganggap, wanita enggak akan bisa hamil tanpa berhubungan badan secara langsung dengan pria. Ia pun kurang setuju dengan peernyataan kontroversial Komisioner KPAI yang sempat viral beberapa waktu lalu.

"Wanita tidak bisa hamil saat berenang, soalnya dia tidak berhubungan secara langsung maka tidak terjadi pembuahan secara langsung," kata Lidia.

Begitu pun dengan Gracella Kusuma yang kurang sependapat dengan pernyataan Sitti Hikmawatty. Berkaca dari segi science, ia mengatakan wanita yang berenang bersama pria belum tentu akan hamil apalagi enggak ada hubungan badan antara keduanya.

Baca Juga: Irish Bella Hamil Anak Kedua, Ammar Zoni: I am Gonna Be Daddy

"Kalau menurut aku sih itu aneh banget karena menurut aku dari science sendiri masa hidup sperma itu enggak mungkin tahan lama. Jadi enggak mungkin juga wanita bisa hamil karena berenang bareng," ungkap Gracella.

Pernyataan kontroversial yang merupakan pendapat pribadi Sitti memang enggak sepenuhnya diterima oleh masyarakat, khususnya wanita. Atas ucapan 'asbun' nya itu, Sitti pun melayangkan permohonan maaf lewat keterangan tertulis.

Enggak cuma meminta maaf atas pernyataan kelirunya itu, Sitti juga meminta kepada publik agar enggak menyebarluaskan lebih jauh pernyaataan tersebut. 

"Saya memohon kepada semua pihak untuk tidak menyebarluaskan lebih jauh atau malah memviralkannya," kata Sitti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2/2020).

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.