MPASI Bayi.(Unsplash/Edited by HerStory)
Teh mengandung tannin, yaitu zat yang bisa mengganggu proses penyerapan zat besi ke dalam tubuh. Di sisi lain, kebutuhan bayi akan zat besi lebih besar dari kebutuhan zat besi orang dewasa. Supaya bayi tak kekurangan zat besi yang bisa menyebabkan anemia, sebaiknya hindari teh. Selain kandungan tannin, teh juga mengandung kafein yang bisa mengganggu pola tidur anak.
Beberapa jenis makanan laut seperti udang, lobster, kerang, dan kepiting sangat mungkin memicu alergi pada bayi. Terutama kerang dan ikan mengandung banyak merkuri dan tak boleh diberikan kepada bayi.
Moms, usahakan jangan menambahkan garam pada makanan si kecil. Tubuh bayi belum bisa memproses garam karena ginjalnya belum berkembang secara sempurna. Kelebihan garam (sodium) dapat menumpuk pada tubuh bayi dan beresiko merusak organ vitalnya. Untuk itu, sebaiknya hindari garam pada bayi usia 1 tahun. Kandungan garam yang boleh dikonsumsi bayi hanya 1 gram per hari.
Biskuit adalah salah satu camilan yang sering diberikan untuk bayi. Namun, tak semua biskuit boleh dikonsumsi oleh bayi, lho! Biskuit yang biasa dimakan orang dewasa umumnya mengandung banyak lemak jenuh, dan ini tak baik untuk diberikan pada bayi berusia di bawah 1 tahun. Jika tetap ingin memberikan biskuit pada si kecil, sebaiknya Moms memilih biskuit khusus bayi yang kandungan lemak jenuhnya rendah.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: