Terapi Lintah. (Merdeka.com/Edited by HerStory)
Istri dari mendiang ustaz Jefri Al Buchori yaitu Umi Pipik mengatakan bahwa dirinya sudah mulai pulih dari penyakitnya yang sudah tiga tahun diderita yaitu tumor kelenjar getah bening. Umi Pipik mengaku bahwa dirinya menggunakn teknik pengobatan alternatif untuk mengatasi kondisinya tersebut.
Pengobatan alternatif yang dijalani oleh Umi Pipik antara lain terapi lintah. Menurut pengakuan dari Umi Pipik sendiri, dirinya sudah hampir seratus persen sembuh dari tumor tersebut.
"Alternatif aja sih.. terapi sedot lintah, akupuntur, minum herbal," ungkap Umi Pipik
Terapi lintah sendiri sebenarnya sudah dilakukan dan dipraktekkan semenjak zaman Mesir Kuno, namun, sebenarnya teknik lintah ini memiliki risiko atau enggak, sih?
Terapi lintah merupakan salah satu terapi yang paling mudah untuk dilakukan, namun juga memiliki efek samping yang rendah dibandingkan dengan terapi lainnya. menurut artikel yang dilansir (14/10) dari Healthline, ada beberapa risiko dari terapi lintah ini. Seperti infeksi bakteri yang melibatkan bakteri resisten terhadap obat.
Jadi, sebelum melakukan terapi ini, harus dipastikan untuk menghindari lintah di luar lingkungan yang sudah diatur. Dalam hal ini, orang yang memiliki immunocompromised oleh penyakit autoimun dan juga faktor lingkungan enggak menjadi kandidat yang cocok untuk menjalani terapi ini.
Jika terjadi suatu kesalahan ketika menjalani terapi ini maka yang akan terjadi adalah darah mengalir keluar dari area yang enggak menjadi fokus perawatan serta tempat gigitan lintah tersebut enggak akan menutup atau sembuh. Terkadang, lintah yang digunakan untuk menjalani terapi ini akan berpindah ke area tubuh lain di mana kamu enggak membutuhkan perawatan.
Selain itu, seseorang juga bisa mendapatkan gejala alergi yang disebabkan oleh air liur lintah selama atau setelah terapi. Kalau hal ini terjadi maka kamu akan segera mengetahuinya dan enggak akan disarankan untuk melakukan terapi ini kembali, lho!
Kemudian, jika ingin mencoba terapi ini kepada anak-anak, maka akan lebih baik jika dilakukan pemantauan keika melakukan proses terapi karena biasanya mereka akan memerlukan transfusi darah.
Selain memiliki risiko pengobatan, ternyata proses terapi lintah ini enggak mudah. Menurut The Sydney Children’s Hospital Network mengatakan bahwa ada beberapa kasus di mana sang lintah enggak mau menempel pada bagian tubuh tertentu. Hal ini diakibatkan oleh bahan kimia pada kulit kita yang enggak disukai oleh lintah.
Informasi penting mengenai lintah. Jika lintah tersebut sudah mengadung darah manusia maka mereka sudah enggak bisa digunakan kembali, hal ini dikarenakan lintah sangat mudah terkontaminasi.
Jadi, apakah mau mencoba, Beauty? Semoga bermanfaat ya!
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.