Setahun belakangan produk menstrual cup muncul ke publik diiringi dengan berkembangnya kesadaran masyarakat atas mengurangi sampah atau biasa disebut eco friendly.

Seperti yang dilansir dari Healthline (3/2/2020), menstrual cup adalah jenis produk kesehatan feminin yang dapat digunakan kembali. Menstrual cuo berbentuk corong fleksibel yang terbuat dari karet atau silikon yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menangkap dan mengumpulkan cairan menstruasi.

Masyarakat di Indonesia memang masih belum banyak yang menggunakan menstrual cup. Tergolong masih baru, menstrual cup jadi produk feminin yang keberadaannya sangat kontrolversial, terutama dengan budaya di Indonesia.

Baca Juga: Buat Pemula, Intip Cara Berikut untuk Menggunakan Menstrual Cup dengan Benar

Pasalnya, produk menstrual cup ini digunakan sebagai penampung darah menstruasi selain pembalut yang dimasukkan ke dalam vagina. Hal itu menjadi perdebatan karena anggapan menstrual cup dapat merobek selaput dara khususnya bagi wanita yang belum menikah dan aktif berhubungan seks.

Menanggapi kontroversi tersebut, seorang mahasiswi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Kenti Juniar mengatakan bahwa menggunakan pembalut ataupun menstrual cup tergantung keyakinan masing-masing orang.

"Sebenernya masalah keperawanan ya itu enggak bisa semudah itu untuk dirusak karena kalau kata dokter selaput dara kita itu beda-beda. Ada yang rentan dan tebal nah kalau buat yangg emang suka pakai menstrual cup sih silahkan," tutur wanita berusia 20 tahun itu.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih nyaman menggunakan pembalut karena merasa memiliki vagina yang sensitif serta gampang iritasi.

"cuma kalau saya pribadi karena enggak nyaman bahkan untuk menjaga kesehatan vagina saya mending pakai pembalut apalagi vagina saya sensitif gampang iritasi soalnya," tambahnya.

Selain Kenti, mahasiswa lain dari universitas dan jurusan yang sama juga membagikan tanggapannya mengenai kontroversi penggunaan menstrual cup. Tara Diva merupakan salah satu wanita yang enggan menggunakan menstrual cup karena merasa bahwa itu akan mengganggu aktivitasnya karena terasa mengganjal.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Tentang Menstrual Cup, Bisa jadi Pertimbangan Buat Kamu yang Masih Ragu!

"Kalau ditanya lebih baik menstrual cup atau pembalut, aku sih lebih senang pakai pembalut. Mungkin buat saat ini pakai pembalut karena belum mencoba pakai menstrual cup," katanya.

Hal serupa dirasakan oleh Thya Azhari, seorang mahasiswa Psikologi di UHAMKA.

"Sebenarnya terserah ya mau pakai gituan (menstrual cup) atau enggak, itu hak masing-masing orang. Tapi menurut saya enggak usah membahayakan diri sendiri cuma karena lebih 'ramah lingkungan'. Sehat itu mahal," ujarnya.

Menurut ketiga mahasiswa di atas, penggunaan menstrual cup masih belum dianggap sebagai sesuatu yang perlu digunakan karena masih nyaman menggunakan pembalut. Kalau kamu pilih menstrual cup atau pembalut konvensional, Beauty?