Ilustrasi kesehatan jantung. (pinterest/freepik)
Beauty, diabetes dan penyakit jantung adalah dua komplikasi serius yang muncul dalam setiap diskusi seputar kesehatan.
Hampir setiap individu di atas usia 40-50 tahun pasti akan terlihat mengkhawatirkan dan/atau menghadapi salah satu dari komplikasi tersebut, yang timbul dari penyakit tersebut.
Meskipun dianggap ‘tak berhubungan’, nyatanya diabetes dan penyakit jantung saling terkait erat, lho!
Gula darah tinggi merusak pembuluh darah. Ini mempengaruhi aliran darah dan karenanya menempatkan jantung pada risiko yang ekstrim.
Gula darah menurunkan elastisitas pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit makrovaskuler atau kerusakan pembuluh darah besar dan penyakit mikrovaskuler atau kerusakan pembuluh darah kecil.
Penyakit makrovaskular menyebabkan serangan jantung, stroke dan penyakit arteri perifer. Sementara, penyakit mikrovaskuler menyebabkan kerusakan pada mata, ginjal dan sistem saraf.
Mayoritas orang dengan diabetes tipe 2 mengembangkan penyakit kardiovaskular Penyakit kardiovaskular umum terjadi pada penderita diabetes, terutama mereka yang menderita diabetes tipe 2.
Dewan Penelitian Medis India (ICMR) juga menyarankan skrining penyakit jantung untuk pasien diabetes.
"Skrining untuk komplikasi jangka panjang seperti retinopati, nefropati, neuropati, penyakit pembuluh darah perifer (PVD) dan penyakit arteri koroner (CAD) setidaknya setahun sekali, lebih sering jika diperlukan," tulis ICMR, dikutip dari Times of India, Rabu (19/10/2022).
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.