Beauty, kamu pasti kamu pernah mengalami patah hati, kan? Bagi sebagian orang patah hati menjadi hal yang sepele dan enggak diperhatikan. Padahal, ukuran setiap orang dalam beruka mengenai patah itu pasti berbeda-beda serta cara orang untuk berdamai dengan patah hati juga enggak sama.

Menurut psikolog asal Amerika Serikat Jenna Palumbo mengatakan bahwa kesedihan tentang patah hati merupakan hal yang rumit.

“Putus cinta, kematian orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, berganti karier, kehilangan teman dekat, semua ini bisa membuat Anda patah hati dan merasa dunia Anda tidak akan pernah sama lagi,” jelas Jenna.

Kemudian Jenna mengatakan bahwa patah hari akibat putus hubungan dengan pasangan bisa lebih rumit lagi. Berikut ini merupakan beberapa hal rumit dari proses seseorang patah hati. Yang pertama adalah ketika otak kita enggak menerima bahwa hubungan asmara sudah berakhir. Hal ini yang akhirnya membuat kita selalu merindukan momen bersama pasangan. 

Otak memproses keinginan untuk melihat memori manis tersebut seperti seseorang yang memiliki kecanduan terhadap narkoba. Kecanduan tersebut yang akhirnya membuat kamu semakin lama mengatasi masalah patah hati.

Kedua, pemahaman mengenai alasan kenapa hubungan harus berakhir itu menjad hal yang penting dalam membantu kamu dalam melanjutkan hidup. Namun, yang sering terjadi adalah ketika pasangan yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan sering enggak memberikan penjelasan yang jelas mengenai alasannya.

Baca Juga: Bisa Mengurangi Berbagai Risiko Penyakit! Berikut Manfaat Omega-3 untuk Kesehatan Tubuh

Selanjutnya, hal yang ketiga adalah ketika patah hati tubuh akan mengeluarkan zat kortisol atau hormone stress yang bisa memengaruhi kesehatan fisik kamu. Selain itu, patah hati juga bisa menganggu sistem kekebalan tubuh, sesak pada dada, sakit perut, hingga lemas enggak bertenaga.