Menu

Kalbe Kembangkan Vaksin Meningitis untuk Lindungi Jemaah Haji

05 Desember 2025 23:55 WIB

Sumber: istimewa

HerStory, Jakarta —

PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya PT Kalventis Sinergi Farma memperluas portofolio bisnisnya di sektor vaksin dengan meluncurkan vaksin meningitis konjugat di Indonesia.

Peluncuran ini dilakukan pada 2025 dan menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat kemandirian industri vaksin nasional, terutama untuk memenuhi kebutuhan jutaan jemaah haji dan umrah setiap tahun.

Permintaan terhadap vaksin ini meningkat karena vaksin meningitis diwajibkan pemerintah Arab Saudi bagi seluruh calon jemaah.

Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno Metupawan, menyatakan bahwa pengembangan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru dilakukan untuk mendukung perluasan akses kesehatan di dalam negeri.

“Kalventis berkomitmen mendukung inisiatif keberlanjutan Kalbe yaitu ‘Bersama Sehatkan Bangsa’ dengan meluncurkan vaksin meningitis konjugat generasi terbaru untuk mencegah penyakit meningokokus invasif. Vaksin meningitis konjugat dari Kalventis dilengkapi teknologi yang bisa mengurangi risiko carrier dan melindungi dalam jangka panjang,” ujar Vidi dikutip Kamis (4/12/2025).

Sebagai informasi, Kementerian Agama mencatat jutaan jemaah haji dan umrah berangkat setiap tahun, dengan lebih dari 22% jemaah haji pada 2025 merupakan kelompok lanjut usia yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi. Kondisi tersebut memperbesar kebutuhan vaksin yang mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi kelompok rentan. Selain itu, konsentrasi jemaah dari ratusan negara, termasuk wilayah meningitis belt di Afrika, meningkatkan risiko penularan penyakit meningokokus invasif.

Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi), Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO-K, menjelaskan bahwa faktor suhu, kelembapan, kontak erat, polusi udara, dan kelelahan fisik berperan penting dalam penyebaran penyakit tersebut.

“Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mencegah penularan, kematian, hingga kejadian luar biasa penyakit meningokokus invasif,” katanya.

Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc., menyebutkan bahwa penyakit ini disebabkan bakteri Neisseriae meningitidis yang dapat menular melalui droplet dan dapat menyebabkan kematian dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia menyampaikan bahwa vaksin meningitis konjugat memberikan respons imun lebih kuat dan perlindungan lebih lama dibandingkan vaksin polisakarida.

Kalbe dan Kalventis menyatakan kehadiran vaksin meningitis konjugat generasi terbaru menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas produksi vaksin nasional sekaligus menjawab kebutuhan pasar haji dan umrah yang terus berkembang.

Share Artikel:

Oleh: Ida Umy Rasyidah

Artikel Pilihan