Sumber: istimewa
Perawatan kulit kini semakin berkembang, tidak hanya berfokus pada apa yang terlihat di permukaan, tetapi juga pada proses yang terjadi di tingkat sel. Perkembangan ini turut mendorong penggunaan teknologi photobiomodulation (PBM) dalam dunia dermatologi dan estetika.
Celluma, perangkat terapi cahaya yang dikembangkan dari riset biostimulasi cahaya NASA untuk astronot, resmi diluncurkan di Indonesia melalui PT Redo Marketing Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, dibentuk Celluma Indonesia Advisory Board, yang terdiri dari praktisi klinis untuk menjembatani teknologi PBM dengan kebutuhan dermatologis di Indonesia, termasuk kondisi iklim tropis.
Menurut dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E, FINSDV, anggota Celluma Indonesia Advisory Board, penggunaan teknologi PBM tidak cukup hanya dilihat dari efek yang tampak pada permukaan kulit. Pemahaman mengenai bagaimana energi cahaya berinteraksi dengan cellular chromophores dan kemudian diterjemahkan menjadi respons biologis menjadi bagian penting dalam penerapannya.
“Inilah titik di mana science, technology, dan clinical practice bertemu. Sebuah jembatan yang membawa Photobiomodulation (PBM) dari sekadar tren, menjadi terapi yang dipahami mekanismenya, didukung oleh scientific evidence, dan diterapkan secara profesional dalam praktik klinis,” ujar dr. Feilicia.
Perubahan cara pandang terhadap kesehatan kulit juga menjadi perhatian dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, Kepala Departemen Dermatologi RSPNN sekaligus anggota Celluma Indonesia Advisory Board.
Ia mengatakan, selama bertahun-tahun perawatan kulit banyak berfokus pada kondisi yang terlihat di permukaan. Namun, perkembangan sains membawa perhatian lebih jauh ke tingkat sel, tempat proses penuaan dan peremajaan kulit bermula.
Menurut dr. Ruri, tren longevity yang berkembang secara global bukan hanya mengenai gaya hidup, tetapi juga cara berpikir untuk menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi dengan baik selama mungkin, bukan sekadar menyamarkan tanda-tanda usia.
Dalam perspektif tersebut, istilah “glow” pun dinilai perlu dimaknai kembali. Bukan hanya sebagai kilau di permukaan kulit, melainkan sebagai cerminan dari sel-sel kulit yang sehat dan berenergi.
“Yang ingin saya sampaikan lewat forum ini: kulit yang sehat selalu dimulai dari dalam, dari unit terkecilnya. Dan yang kita butuhkan adalah bukti ilmiah, pendekatan yang berpijak pada ilmu dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar dr. Ruri.
Celluma hadir di Indonesia dengan perjalanan pengembangan yang disebut telah berlangsung selama 15 tahun, didukung data klinis, FDA Clearance, serta Medical CE Mark. Perangkat tersebut telah hadir di hampir 100 negara, dengan lebih dari 35.000 perangkat digunakan di berbagai belahan dunia.
Vanda Wulandari, National Sales Manager PT Redo Marketing Indonesia yang merupakan distributor tunggal perangkat Celluma di Indonesia, mengatakan kehadiran teknologi tersebut bukan hanya dilihat sebagai peluang bisnis, tetapi juga sebagai amanah untuk memperkenalkan photobiomodulation kepada masyarakat.
Ia berharap teknologi tersebut pada akhirnya dapat semakin dikenal dan diadopsi masyarakat hingga menjadi bagian dari keseharian, sebagaimana berbagai teknologi yang sebelumnya sempat dianggap asing.
Sementara itu, dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, IFAAD, Direktur Medis Senopati Skin Center sekaligus anggota Celluma Indonesia Advisory Board, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menjembatani sains dengan realitas dermatologis di Indonesia.
Menurutnya, perkembangan dunia estetika dan kedokteran regeneratif berlangsung pesat seiring kemajuan teknologi, ilmu pengetahuan, dan meningkatnya kebutuhan masyarakat. Namun, perkembangan tersebut tetap perlu berjalan dengan memperhatikan bukti ilmiah, etika, serta keselamatan pasien.
“Kami memastikan bahwa setiap dokter tahu cara mengoperasikan alat ini, mengetahui indikasi dan dapat mengoptimalkan penggunaannya untuk membantu pasien dalam praktik sehari-harinya,” ujar dr. Akbar.
Celluma Indonesia Advisory Board beranggotakan tiga dokter senior, yaitu dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV, IFAAD; dr. Ruri Diah Pamela, Sp.D.V.E, FINSDV, FAADV; serta dr. Feilicia Henrica, Sp.D.V.E, FINSDV.
Peluncuran Celluma di Indonesia digelar dalam Aruna International Summit 2026. Momen ini sekaligus menandai komitmen PT Redo Marketing Indonesia sebagai Home of Global Trusted Brands untuk memasarkan teknologi yang dinilai terdepan, aman, dan telah terbukti secara klinis bagi masyarakat Indonesia.
Celluma sendiri merupakan perangkat LED photobiomodulation yang diproduksi oleh BioPhotas, Inc. di Tustin, California. Berdasarkan keterangan perusahaan, Celluma memiliki 15 tahun data klinis, FDA clearance untuk lima indikasi, serta telah hadir di lebih dari 100 negara.
Adapun PT Redo Marketing Indonesia merupakan Home of Global Trusted Brands yang hadir di tujuh negara dan berperan sebagai kurator teknologi di industri estetika. Perusahaan tersebut menyatakan hanya memasarkan merek global yang telah membuktikan kualitasnya di tingkat internasional.