Menu

Kabar Bahagia! Menristek: Ventilator Karya Anak Bangsa Siap Digunakan Massal pada Pertengahan Mei

04 Mei 2020 19:00 WIB

Karyawan menunjukkan penggunaan Pindad Ventilator Resusitator Manual (VRM) yang dirancang dan dikembangkan bersama tim ahli medis dari RSU Pindad ini merupakan alat bantu pernapasan bagi pasien COVID-19. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj)

HerStory, Jakarta —

Seiring berjalannya waktu, kasus pasien positif COVID-19 semakin meningkat. Dengan banyaknya jumlah pasien positif itu, beberapa alat kesehatan tak mencukupi. Salah satunya ventilator atau alat bantu pernapasan.

Eits, udah enggak perlu khawatir lagi! Kabar bahagia kembali hadir di tengah pandemi virus corona. Pasalnya Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang P. S. Brodjonegoro, Ph.D. mengatakan bahwa ventilator khusus karya anak bangsa saat ini sebagian masih melakukan uji ketahanan sebagai uji coba tahap akhir sebelum dapat digunakan untuk penanganan COVID-19.

Baca Juga: Biar Terhindar dari Virus Corona, Ini Cara Cuci Tangan yang Tepat Sesuai Standar WHO dan Kemenkes

"(Saat ini) di BPFK (Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan) Kemenkes, sebagian masih melakukan uji endurance,” kata Bambang di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (3/5).

Setelah berhasil melalui uji endurance, ventilator tersebut masih harus diuji secara klinis. Dengan melewati beberapa tahap, diperkirakan bahwa ventilator tersebut bisa digunakan secara massal pada bulan Mei mendatang.

"Diharapkan pertengahan Mei ini kita sudah bisa melihat ventilator produksi Indonesia yang diproduksi oleh mitra industri," tambahnya.

Ternyata demi membuat ventilator tersebut, Kemenristek bekerja sama dengan beberapa konsorsium BUMN dan juga pihak swasta. Dari beberapa prototype ventilator, empat diantaranya sudah melewati uji endurance, dan kini sedang mengalami fase uji klinis. Ventilator tersebut berasal dari  Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta dari salah satu perusahaan swasta PT. Dharma.

Baca Juga: Mengenal Avigan dan Chloroquine, Obat COVID-19 yang Dipesan Jokowi untuk Indonesia

Sebelumnya pihak Menristek telah berdiskusi dengan Kemenkes, diketahui bahwa demi memerangi virus corona dibutuhkan sekitar 1.000 ventilator jenis continuous positive airway pressure (CPAP) dan sekitar 668 ventilator jenis Ambu Bag. Dengan produksi ventilator lokal, Menristek berharap produksi ventilator tersebut ke depan dapat memenuhi kebutuhan dalam perang melawan COVID-19.

"Nah, yang jenis Ambu Bag yang dibuat BPPT misalkan, itu bisa juga dipakai untuk ruang instalasi gawat darurat (IGD) atau ruang emergency. Jadi sangat membantu pasien yang kebetulan sedang berada dalam kondisi emergency," jelasnya..

Sementara itu, sebagian dari ventilator lainnya dapat digunakan untuk pasien yang berada di ruang operasi, sehingga penanganan pasien COVID-19 diharapkan dapat semakin optimal.

Baca Juga: Katanya, Melatih Pernapasan Dapat Cegah Virus Corona! Begini Caranya..

"Ke depan kita akan mengembangkan juga ventilator yang nantinya bisa dipakai di intensive care unit (ICU) yang tentunya butuh waktu beberapa bulak untuk kami mengembangkan sehingga insya Allah satu saat kita akan bisa memproduksi ventilator untuk ICU yang dibuat di Indonesia," tutupnya.

Share Artikel:

Oleh: Nada Saffana

Artikel Pilihan