Ilustrasi wanita berhubungan dengan pria lebih tua (Bestlife/Edited By HerStory)
Banyak orang bilang bahwa pernikahan terasa manis di awal, kemudian seiring dengan waktu akan menjadi semakin hambar. Ternyata ada pemicu yang menimbulkan rasa hambar tersebut, salah satunya kurangnya keintiman.
Selain itu, pasangan suami istri harus saling memahami dan menguatkan jika sedang di fase kritis dalam penikahan. Melansir dari beberapa sumber, berikut fase kritis yang ada dalam pernikahan.
Fase terberat dalam bahtera rumah tangga yang pertama justru terjadi di awal-awal pernikahan. Ini karena keduanya akan merasakan perbedaan ketika masih pacaran dan sudah menikah. Terkadang bisa muncul kebiasaan pasangan di luar ekspetasi kamu selama ini. Mungkin juga ada hal yang gak sesuai dengan ekspetasi kamu.
Pada tahun ke 3-4 tahun, pasangan mulai menganggap satu sama lain sebagai hal yang biasa. Terkadang pasutri juga menemukan zona nyaman mereka sendiri.
Pada masa ini, pasangan punya kehidupan yang baik dan hubungan yang menetap. Pasutri juga mulai gak bergairah untuk melakukan kegiatan seksual. Terkadang pasangan membuat keputusan untuk memiliki anak demi menyelamatkan dan menghidupkan pernikahan mereka.
Tahun ke-11 pernikahan menjadi masa yang paling sulit dan rentan. Wanita mengalami banyak tanggung jawab selama periode waktu ini. Di tengah-tengah kesibukan, mereka harus merawat anak-anak yang sudah beranjak remaja. Alhasil, mereka kekurangan waktu berdua sehingga kualitas menurun.