Ilustrasi Anak Menangis (Unsplash/Marcos paulo prado)
Rasa bosan bisa dialami siapa saja, termasuk anak-anak. Jika si kecil bosan sedan di lua dan merasa bosan biasanya apa yang Moms lakukan? Apakah menyebutkan daftar hal-hal menyenangkan untuk mereka lakukan nanti, mengajak ke toko mainan dan membeli permainan yang mereka incar atau gak melakukan apa-apa hanya mendiamkannya saja.
Jika kamu memilih yang terakhir, berarti berada di jalur yang benar. Akan tetapi, mengabaikan anak yang mengeluh lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.
Psikolog Anak, Siggie Cohen memberikan beberapa tips ketika Si Kecil mulai merengek karena bosan. Berikut tiga tips menghadapi anak yang bosan berdasarkan keterangan Siggie di laman Purewow :
Menurut Siggie, kebosanan anak bukanlah benar atau salah, itu hanya perasaan yang lewat dalam perjalanan menuju inisiatif, imajinasi, motivasi, kemandirian, dan pemecahan masalah pada anak.
Dengan kata lain, orang tua dapat menganggap kebosanan anak sebagai pengalaman yang tidak nyaman, tetapi dapat memainkan peran penting dalam membantu Si Kecil mengembangkan berbagai keterampilan penting menghilangkan rasa bosan.
Reaksi spontan kamu saat rengekan bosan, mungkin masih berupa memberikan tablet ke Si Kecil atau menyalakan televisi, tetapi Siggie menawarkan alasan kuat mengapa kamu tidak boleh melakukan kedua hal tersebut.
Ketika kamu memberi anak kamu mengatasi dalam bentuk teknologi, orang tua benar-benar hanya memperburuk masalah dan menghambat kemampuan anak untuk mengatasi masalah.
Siggie menyarankan ketika anak memberi tahu bahwa mereka bosan, katakan saja, "Ibu tahu".
Lalu, ketika mereka mengatakannya sekali lagi dengan perasaan sedih, jawab dengan, "Ibu tahu kamu bosan, dan kamu pikir ibu memperbaikinya, tetapi kamu bisa memperbaikinya. Lakukan apa yang kamu lakukan", sambil mengawasi bagaimana anak mengatasi kebosanannya.
Lihat Sumber Artikel di Akurat
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Akurat. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.