Ilustrasi pasangan suami istri bercerai. (Pinterest/Edited By HerStory)
Pernikahan adalah konsep yang indah bagi pasangan yang berkomitmen untuk menjalankannya dengan baik. Tapi sayangnya, pernikahan juga bisa berujung pada kegagalan dan menyebabkan pasangan bercerai.
Angka perceraian pun kian meningkat di berbagai belahan dunia. Terdapat beberapa alasan paling umum yang menyebabkan pasangan bercerai. Berikut adalah daftarnya, seperti dikutip dari Times of India.
Pasangan bercerai kerap mengatakan adanya perbedaan yang tidak dapat didamaikan, yang intinya memang ada ketidakcocokan di antara mereka berdua. Entah Anda berdua memang bagai dua kutub yang berbeda, atau tidak mau mencari titik tengah. Bisa juga karena Anda berdua memiliki perbedaan nilai, masalah dalam kehidupan seks, perbedaan agama, atau pertumbuhan sebagai pribadi yang mandiri dan tidak sinkron sama sekali.
Akar penyebab sebagian besar pertengkaran dan perceraian adalah miskomunikasi. Asumsi dan anggapan akan datang seiring kurangnya komunikasi. Masalah keluarga dan beban keuangan, jika tidak didiskusikan, bisa mengarah pada perpisahan dan perceraian.
Tidak setia pada pasangan adalah konsep yang tidak dapat diterima. Jika ini terjadi dalam pernikahan, Anda tidak bisa mengharapkan orang lain untuk mengerti. Jelas ada semacam ketidakbahagiaan dalam pernikahan, maka selesaikanlah, tapi bukan dengan berselingkuh. Perselingkuhan paling sering menyebabkan perceraian.
Entah kecanduan alkohol, obat-obatan, atau penyalahgunaan zat lainnya seringkali dapat menyebabkan perceraian. Kecanduan tersebut mempengaruhi perubahan suasana hati, perilaku, pola tidur, nafsu makan, tanggung jawab keluarga, teman dan koneksi, pemborosan uang, dan kehilangan ingatan.
Ini adalah alasan utama yang dapat menyebabkan perceraian. Bukan hanya wanita, tetapi pria juga mengalaminya, dan itu tidak dapat ditoleransi dan merupakan pelanggaran.
Bukan hanya pasangan yang terlibat dalam pernikahan Anda. Jika keluarga Anda atau keluarga pasangan Anda ikut campur dalam kehidupan pernikahan Anda, tentang bagaimana cara Anda membesarkan anak dan kewajiban rumah tangga lainnya, hal-hal cenderung menjadi buruk.
Lihat Sumber Artikel di Suara.com
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan Suara.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.