Menu

Bumil dan Busui Merapat! Ini yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum ‘Nekat’ Ikut Puasa Ramadan, Cuss Simak!

31 Maret 2022 15:16 WIB

Affirmasi Positif Ibu Hamil

HerStory, Bogor —

Moms, bulan Ramadan sudah di depan mata. Karenanya, kita pun diimbau untuk melakukan persiapan kesehatan yang matang agar dapat menjalankan puasa di bulan Ramadan dengan baik.

Nah Moms, berpuasa sendiri dapat membawa perubahan terhadap tubuh dan tidak jarang menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan menyusui. Di samping itu, bagi sebagian orang, berpuasa dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, antara lain masalah kulit.

Berbicara tentang berpuasa bagi ibu hamil, dr. Muhammad Fadli, SpOG, Spesialis Kandungan dan Kebidanan dari Klinik Bamed mengatakan, sebuah penelitian menunjukkan berpuasa pada saat hamil di trimester kedua, dapat menurunkan risiko terkena penyakit gula pada saat kehamilan (Diabestes gestational) dan kenaikan berat badan yang berlebihan. Namun sebelum berpuasa, sebaiknya berkonsultasi ke Dokter spesialis kandungan terlebih dahulu untuk memastikan keadaan ibu dan janin dalam keadaan yang prima.

“Beberapa penelitian lainnya menunjukkan bahwa puasa juga tidak mengakibatkan bayi terlahir prematur ataupun bayi akan terlahir dengan berat badan lebih rendah dibandingkan yang tidak berpuasa. Namun demikian, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan ibu hamil sebelum puasa. Yang paling utama yaitu memastikan berat badan janin sesuai dengan usia kehamilan, air ketuban mencukupi dan mengetahui tanda-tanda yang wajib diperhatikan, seperti: berat badan ibu ataupun janin turun, tanda-tanda dehidrasi seperti haus yang berlebihan, pusing, air seni kuning pekat ataupun merasakan gerakan bayi yang berkurang,” kata dr. Fadli, saat sesi virtual media briefing bersama Klinik Bamed, sebagaimana dipantau HerStory, Kamis (31/3/2022).

Lebih lanjut, dr. Fadli menjelaskan, puasa saat hamil muda mungkin bisa sedikit berisiko bagi ibu hamil. Saat hamil muda, tubuh membutuhkan banyak nutrisi untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan bayi dalam kandungan.

“Hamil muda merupakan tahap di mana kehamilan sedang membutuhkan banyak sekali nutrisi penting. Apabila terdapat keluhan mual dan muntah pada trimester pertama dapat mengakibatkan resiko dehidrasi pada ibu dan berdampak pada janin,” jelas dr. Fadli.

Ia juga mengatakan langkah yang ditempuh agar ibu hamil tetap bugar dan janin tetap sehat ibu hamil yaitu minum air putih 2,5lt sehari, mengurangi konsumsi kafein, memperbanyak makan karbohidrat kompleks dan mengurangi aktifitas di luar ruangan.

“Selama ibu dan kandungannya dinyatakan sehat oleh dokter, ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa. Asalkan saat sahur dan berbuka ibu hamil harus memenuhi kebutuhan nutrisi bagi ibu dan kandungannya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, dr. Melisa Lilisari, SpA, Mkes., selaku dokter spesialis anak di Klinik Bamed, menjelaskan, ibu menyusui tetap bisa berpuasa dengan catatan makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka harus memenuhi kecukupan nutrisi dan juga kebutuhan cairan agar ibu tidak mengalami dehidrasi.

“Bagi ibu menyusui yang bayinya berusia di bawah 6 bulan, keputusan untuk berpuasa di bulan Ramadhan sebaiknya dilakukan dengan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, mengingat pada usia tersebut bayi hanya mengkonsumsi ASI, berbeda dengan bayi yang lebih besar yang sudah mendapatkan MPASI,”kata dr. Melisa.

Tentang produksi ASI selama puasa, dr. Melisa bilang bahwa produksi ASI tidak akan terganggu saat ibu menyusui berpuasa selama bayinya tetap menyusui, karena adanya rangsangan dari bayi melalui proses menghisap payudara saat menyusui dan tubuh ibu juga akan menyesuaikan saat berpuasa.

“Tubuh memiliki proses adaptasi dengan mengambil sumber cadangan lemak tubuh. Kandungan nutrisi mikronutrien pada ASI (kalium, magnesium, seng) bisa saja mengalami sedikit perubahan, namun tidak dengan nutrisi makronutrien (karbohidrat, protein, lemak). Namun hal ini tidak terlalu signifikan, bisa teratasi saat ibu sudah dapat makan kembali (saat berbuka dan sahur),” jelas dr. Melisa.

dr. Melisa juga bilang, selama bayi tetap disusui sesuai keinginannya, bayi tetap mendapatkan nutrisi yang cukup sebagaimana biasanya. Ibu menyusui dapat melanjutkan berpuasa bila bayi tidak lemas/tetap terlihat aktif seperti biasa, tidak ada keluhan buang air kecil menjadi jarang dan berwarna kepekatan.

“Keluhan yang berkaitan dengan kemungkinan dehidrasi seperti pusing, bibir kering, lemas, pandangan berkunang-kunang, buang air kecil jarang dan berwarna kepekatan, harus diwaspadai. Bila hal ini terjadi, ibu menyusui dapat segera mengkonsumsi cairan dan elektrolit kembali,” papar dr. Melisa.

Artikel Pilihan