Ilustrasi penderita diabetes. (pinterest/freepik)
Meski sering digembar-gemborkan bahaya penyakit diabetes, namun hingga saat ini penyakit satu ini masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Di Indonesia sendiri, penyakit diabetes menempati urutan keenam di dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak dengan kematian terbesar.
Oleh karena itu, para pengidap diabetes perlu untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu tentang boleh tidaknya menjalankan ibadah puasa penuh. Jika diperbolehkan, maka Anda bisa mempraktekkan 3 tips sehat ini seperti dihimpun dari berbagai sumber. Apa saja?
Saat sahur, pilih makanan karbohidrat dengan indeks glikemik rendah atau low glycemic index (GI), dan tinggi serat.
Makanan tersebut diserap lebih lambat oleh pencernaan dan tidak menyebabkan fluktuasi berlebihan pada kadar gula darah. Contoh makanan seperti roti gandum, kacang-kacangan, oatmeal, sayur dan buah.
Berbuka puasa lah dengan makanan manis seperti kurma untuk mengembalikan gula darah normal. Tapi perhatikan asupannya. Satu buah kurma mengandung sekitar 1 sdt gula loh! Karena itu, kamu cukup mengonsumsi 3 buah kurma untuk buka puasa.
Jangan lupa konsumsi air mineral, saat sahur dan buka puasa, yang banyak agar tidak dehidrasi. Jauhkan diri dari minuman manis dan kafein ya! Dianjurkan untuk mengasup minimal 2-2.5 liter atau 8-10 gelas air setiap hari.
Saat puasa Ramadan, hindari aktivitas atau olahraga yang terlalu berat karena dapat meningkatkan risiko hipoglikemia dan dehidrasi. Namun, penderita diabetes tetap disarankan beraktivitas ringan hingga sedang saat menjalani puasa.
Perlu diingat bahwa Shalat Tarawih dapat digolongkan ke dalam salah satu aktivitas sehari-hari yang menguras energi.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama HerStory dengan GenPI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel yang tayang di website ini menjadi tanggung jawab HerStory.