Ilustrasi wanita sedang stres. (Pinterest/Freepik)
Stres enggak hanya diakibatkan faktor lingkungan dan karakter masing-masing orang. Stres juga bisa terjadi pada golongan darah tertentu lho Beauty.
Jika seseorang mengalami stres, mereka akan mengalami sejumlah gejal, seperti otot menjadi kaku, meningkatkan tekanan darah, serta detak jantung yang lebih cepat dari biasanya.
Golongan darah yang mudah mengalami stres adalah golongan darah A. Kira-kira kenapa, ya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (18/5/2022).
Meskipun semua orang pernah dihadapkan dengan situasi yang membuatnya stres, golongan darah A akan tetap lebih mudah mengalami stres dibandingkan dengan golongan darah lainnya.
Pasalnya, orang dengan golongan darah A memiliki kadar hormon kortisol yang lebih tinggi yang dapat memicu stres lebih cepat.
Seseorang dengan golongan darah A akan lebih berisiko mengalami peningkatan hormon kortisol, yakni hormon yang dilepaskan dalam tubuh ketika sedang stres.
Hormon kortisol sendiri diproduksi oleh kelenjar adrenal. Ketika stres, kelenjar ini akan melepas lebih banyak hormon kortisol dalam darah.
Jika tingkat stres yang dialami semakin meningkat, seseorang akan berisiko mengalami gangguan kesehatan mental.
Cara ini dapat kamu lakukan ketika sedang banyak pikiran lho Beauty. Coba untuk ungkapkan apa yang ada di pikiranmu dengan tulisan.
Mendengarkan musik merupakan cara yang paling sederhana dalam meringankan stres. Ketika kepada sudah terisi penuh dengan kerjaan yang menumpuk, coba untuk dengarkan musik kesukaanmu ya!
Olahraga lari dipercaya mampu memperbaiki suasana hati seseorang. Selain itu, olahraga ini mampu meningkatkan hormon endorphine, yaitu hormon yang dapat memicu perasaan senang.
Coba untuk lakukan meditasi dalam yoga yang dapat memperbaiki suasana hati ketika sedang dilanda stres. Lakukan secara teratur, ya!
Memiliki binatang memang dipercaya mampu menurunkan kadar stres yang tinggi. Hal tersebut terjadi karena binatang perliharaan dapat membantu tubuh untuk menurunkan produksi kortisol.
Membatasi makanan yang jadi pemicu stres, seperti gula, kafein dan daging merah bisa menjadi cara yang cukup efektif. Pasalnya, ketika makanan tersebut dikonsumsi secara berlebihan justru akan memicu keluarnya hormon stres.