Penyanyi fenomenal Adele, yang bakatnya gak tertandingi dalam musik modern. Belakangan muncul kembali dengan tampilan baru dari penurunan berat badannya yang telah menjadi pembicaraan semua orang akhir-akhir ini. Terutama setelah foto-foto terbaru muncul dari penyanyi yang menampilkan sosok yang jauh lebih ramping daripada sebelumnya. 

Banyak yang keheranan, bagaimana dia melakukannya? Banyak media telah menghubungkan penurunan berat badannya sebesar 50 pon dengan Diet Sirtfood. 

Apa sebenarnya Sirtfood Diet itu? 

Sirtfood diet adalah pola diet yang menyarankan pelaku dietnya untuk mengonsumsi makanan tinggi sirtuin, sejenis protein yang berfungsi untuk melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.

The Sirtfood Diet diciptakan oleh Aidan Goggins dan Glen Matten. 

Mereka mulai menyelidiki pola makan di berbagai bagian dunia, terutama di Amerika Utara. Pola makan itu sendiri berfokus pada banyak makanan nabati, yang mungkin sudah merupakan peningkatan dari pola makan orang Amerika Utara pada umumnya. 

Diet Sirtfood mengizinkan hal-hal seperti cokelat hitam dan minyak zaitun, yang memiliki kesamaan sifat dengan Diet Mediterania. Goggins dan Matten juga telah membuat buku masak Sirtfood yang berisi resep makanan yang sesuai dengan rencana.

Diet ini bekerja dengan berfokus pada polifenol yang meningkatkan sirtuin. Ternyata, jenis polifenol tertentu dapat "mengaktifkan" gen sirtuin yang dapat menyebabkan penurunan berat badan dan mengatur metabolisme. Goggins dan Matten melihat makanan yang kaya akan polifenol spesifik ini dan menandainya sebagai "Sirtfoods".

Tapi enggak sesederhana itu. Menurut New York Post, selama tiga hari pertama, orang yang menerapkan diet ini membatasi asupan mereka hanya 1.000 kalori sehari, setara dengan satu makanan sirtuin dan dua jus hijau. 

Dan baru meningkat menjadi 1.500 kalori selama empat hari berikutnya.

Setelah minggu, pelaku diet diizinkan untuk makan makanan Sirtfood sebanyak yang mereka suka. Plus, olahraga harian juga dianjurkan dalam diet. Sirtfood khusus ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan otot karena mereka mengaktifkan "gen kurus", yang kemudian diduga meniru efek diet dan olahraga.

Baca Juga: Mau Kurus Tanpa Diet? Atur Pola Makan! Begini Caranya