Poppy Octavia merupakan salah satu wanita yang sukses menyeimbangkan kehidupannya sebagai ibu tiga anak dengan pekerjaan sebagai leader di Madre Indonesia. Memiliki jabatan sebagai Chief Mom Officer di Madre tentu membuat ia memiliki aktivitas yang padat. 

Ditengah kesibukannya, redaksi HerStory diberikan kesempatan untuk wawancara eksklusif dengan Poppy Octavia pada hari Rabu, (26/2/2020) lalu. Dalam kesempatan itu, Poppy membagikan ceritanya menjalani karier serta berperan sebagai seorang ibu dari tiga anak.

Baca Juga: Sibuk Bekerja dan Urus Tiga Anak, Ini Tantangan yang Dialami Poppy Octavia

Menurut Poppy antara pekerjaan dan mengurus rumah merupakan sesuatu yang enggak bisa jadi pilihan. Hal itu disebabkan oleh kewajiban seorang wanita harus menjadi seorang ibu dan mengurus rumah.

“Nah antara kerja dengan keluarga sebenarnya enggak ada prioritas sih kalau menurut aku ya, in my mind. Gini, setiap part dalam kehidupan itukan ada porsi-porsinya, tinggal kita aja membaginya apakah porsinya lebih besar mana, lebih kecil mana, dan itu bukan prioritas. Tetap menurut aku sih karena aku seorang ibu ya harus ngurusin anak-anak dan suami. Itu bukan prioritas tapi udah kepastian dan kontrak seumur hidup. Itu adalah tanggung jawab, amanah yang bukan harus dibesarkan atau dikecilkan porsinya,” tuturnya,

Ia mengawali karier sejak usia 20 tahun hingga kini memiliki tiga orang anak. Ia sempat mengalami kerepotan saat membagi waktu antara mengurus anak dan bekerja, namun hal itu bisa diatasi jika bisa bekerja sama dengan pasangan.

“Kebetulan memang waktu aku kerja pertama kali, di umur 20 dan aku nikah di umur 24 dan langsung punya anak. Anaknya cukup dekat-dekat usianya rata-rata sampai 2 tahun jadi emang cukup repot sebenarnya bagi waktunya, tapi bisa dijalani. Yang pasti sih karena berbagi tugas juga dengan keluarga inti,” tambahnya.

Poppy merasa bahwa dukungan orang terdekat sangat penting dalam keberhasilan kariernya. Ia sangat bersyukur bahwa didukung penuh oleh keluarganya tentang keputusannya menjadi seorang ibu yang bekerja.

Baca Juga: Sukses Jadi Ibu yang Bekerja Meski Punya Tiga Anak, Ini Tips dari Poppy Octavia

 “Menurut aku setiap orang pasti punya support system kan, kalau support system-nya enggak mendukung ya pasti sangat sulit. Sekarang support system aku ya alhamdulillah cukup baik, suami juga enggak ada masalah untuk aku kerja karena menurut kita enggak ada yang perlu diubah atau dilarang sih setelah menikah. Pandangan kita setiap orang punya capabelitinya masing-masing untuk membangun personal enrichment-nya dari sisi masing-masing, bukan dari sisi relationship atau rumah tangga, bahwa setiap orang punya hak untuk develop their personal enrichment. Jadi apapun pilihan pasangannya sebenarnya menurut kita berdua ya oke, mau kerja, mau punya usaha ya oke, itu personal choices yang diobrolin bareng-bareng,” ucap Poppy.

Saat memiliki dukungan pernuh dari keluarga, Poppy merasa bahwa masalah akan hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak. 

“Kalau masalah waktu, ya itu tadi support system dan pembagian tugas sih yang awal-awalnya berat karena anak-anaknya masih kecil. Tapi, at the end kan belajar dan anaknya juga semakin besar, jadi lebih mandiri. Waktu kecil secara time management yang perlu diatur adalah waktu dan fisik orang tuanya kan, harus nyusuin dan anak aku nyusunya cukup lama yang anak ketiga hampir tiga tahun. Tapi, setelah besar aku malah merasa kehadiran aku yang mereka butuhin. this challenge tuh yang baru aku temuin,” ucapnya.

Baca Juga: Wanita Karier Sering Dinyinyirin Enggak Peduli Anak, Poppy Octavia Miris

Tantangan baru yang dialami saat anaknya mulai tumbuh besar adalah anak lebih butuh kehadiran Poppy dibandingkan waktu masih kecil.

“Kebanyakan orang berpikir waktu kecil harusnya orang tua ada terus buat anaknya, kalau udah besar anaknya kan mandiri, kalau aku yang ngerasain sekarang justru terbalik sih sebenarnya , aku ngerasain bahwa kehadiran aku tuh sangat dibutuhkan mereka saat ini. Bukan hanya sekadar komunikasi,” tutup Poppy.