Penyebaran virus corona semakin meluas. Namun, uluran tangan dari para penderma di Indonesia juga terus berdatangan. Salah satunya dari produk kosmetik Wardah yang enggak terlepas dari peran penting pendirinya, Nurhayati Subakat.

Di tengah gentingnya corona, Nurhayati melalui perusahaannya itu memberikan sumbangan untuk pembelian kebutuhan alat medis di RS Persahabatan sebesar Rp13 miliar. Wanita berdarah minang ini enggak sekalipun menutup mata dengan kesulitan yang sedang dialami Indonesia, ia justru rela menyisihkan sedikit hartanya.

Sosok Nurhayati Subakat memang dikenal sebagai figur yang ringan tangan, kuat, enggak kenal menyerah dalam berbisnis, dan juga inspiratif. Enggak heran deh kalau ia sering dijadikan role model oleh para wanita pebisnis di Indonesia.

Mungkin, saat ini kamu melihat Nurhayati sebagai sosok yang sukses dan kaya raya. Namun, perlu kamu ketahui nih, Beauty, mendirikan brand kosmetik lokal di dalam naungan PT Paragon Technology and Innovation enggak semudah yang kamu lihat. Nurhayati kerap jatuh-bangun melewati prosesnya.

Baca Juga: Buat Donasi Lawan COVID-19, Rachel Vennya Berhasil Kumpulkan Sumbangan Lebih dari Rp1 Miliar Kurang dari 24 Jam!

Mulanya, wanita kelahiran Padang Panjang, 27 Juli 1950 ini merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan farmasi dan memulai kariernya sebagai apoteker di Rumah Sakit Umum Padang.

Kemudian, Nurhayati bekerja di sebuah perusahaan kosmetik. Namun, tak berlangsung lama, ibu dari tiga orang anak ini keluar dan memulai bisnisnya sendiri. Di tahun 1985, Nurhayati memulai membuat usaha rumahan dengan produk Putri yang dijualnya di salon-salon daerah Tangerang.

Lalu, seiring berjalannya waktu, lahirlah Wardah. Kosmetik halal yang ramah di kantong. Wardah lahir pada tahun 2002. Namun, saat itu sangat sulit Nurhayati rasakan untuk menjual produk make up dengan kata "halal", sering dianggap "menjual agama", katanya...

Di tahun 2003, Nurhayati sempat mengalami turunnya angka penjualan. Bahkan, ia pun sempat banyak meminjam uang untuk modal usaha. Namun, dirinya enggak pantang menyerah, akhirnya Nurhayati memutar otak dengan mencari-cari cara untuk membranding ulang Wardah pada tahun 2009 dan berhasil menarik minat wanita-wanita berhijab di Indonesia.

Baca Juga: Keren! Awkarin Ikut Galang Dana dan Terjun Langsung Untuk Membantu Tenaga Medis

Kerja kerasnya pun membuahkan hasil. Kini, produk yang ia miliki justru meluas, seperti Wardah, Emina, dan Make Over. Wanita mana yang enggak suka dengan ketiga brand lokal tersebut? Jangan-jangan, kamu salah satu penggunanya ya, Beauty?

Dengan kesuksesan yang Nurhayati raih, ia sempat masuk dalam daftar 25 pebisnis perempuan paling berpengaruh versi Forbes Asia. Bahkan, tak hanya laris manis di Indonesia, Wardah juga dapat kamu temukan di beberapa negara tetangga, seperti Malaysia dan Bangladesh. Menakjubkannya lagi, di tahun 2015 silam, Wardah berhasil meraup omzet Rp200 miliar per bulannya lho!

Memang benar ya, Beauty, kalau enggak ada hasil yang menghianati prosesnya!