Jenazah Muhammad Fajri, pria obesitas 300 kg sedang dimakamkan (Sumber: ANTARA)
Ketika mengalami syok septik, dokter akan memberikan tambahan oksigen menggunakan alat bantu pernapasan, seperti intubasi endotrakeal atau prosedur memasukkan alat bantu napas berupa tabung ke dalam tenggorokan melalui mulut atau hidung agar jaringan tubuh gak mengalami kekurangan oksigen.
Untuk mengembalikan volume cairan tubuh yang terganggu saat mengalami syok septik, pasien akan diberikan cairan infus. Pemilihan jenis cairan dan jumlah cairan akan disesuaikan dengan kondisi pasien serta pertimbangan dokter.
Pada syok septik, kondisi hipotensi biasanya gak membaik hanya dengan pemberian cairan infus sehingga dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah, seperti vasopressin.
Saat pasien mengalami syok septik, pemberian antibiotik diperlukan untuk mengatasi infeksi bakteri yang menjadi penyebabnya. Jenis antibiotik yang diberikan akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menginfeksi tubuh.
Obat-obatan lainnya juga akan diberikan untuk meringankan gejala dan mendukung fungsi tubuh, misalnya pemberian anti nyeri yang disuntikkan untuk meredakan gejala nyeri atau insulin apabila terjadi peningkatan kadar gula darah ekstrem.
Selain penanganan tersebut, dokter dapat melakukan tindakan khusus sesuai dengan kondisi pasien. Misalnya cuci darah untuk mendukung fungsi ginjal atau tindakan pembedahan jika ada lokasi infeksi yang perlu dioperasi, seperti pengeluaran nanah dari jaringan abses atau pengangkatan jaringan mati akibat gangrene.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.