Seorang wanita yang sedang melakukan peregangan otot (Unsplash/Christoper Campbell)
Otak harus memproduksi sendiri kolesterol yang dibutuhkannya. Kolesterol dalam otak umumnya ditemukan dalam selubung myelin yang mengelilingi sel-sel saraf, melindungi sel-sel dan membantu memfasilitasi transmisi impuls listrik yang mengatur pemikiran, gerakan, dan sensasi.
Tetapi, konsumsi kolesterol berlebihan dapat menyebabkan penumpukan plak dalam arteri. Hal ini juga dapat mencegah aliran darah yang cukup ke otak dan akhirnya menyebabkan stroke.
Faktanya, ada dua jenis kolesterol yang lebih dikenal dengan kolesterol baik dan kolesterol buruk. High-density lipoprotein kolesterol dianggap sebagai kolesterol "baik".
HDL menghilangkan kelebihan kolesterol dari arteri ke hati yang berati dikeluarkan dari dalam tubuh. Kolesterol HDL memiliki efek perlindungan pada jantung. Tingkat sehat HDL dapat membantu melindungi kita dari serangan jantung dan stroke.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: