Menu

RSV, COVID-19, dan Influenza, Waspadai Tripledemic yang Mengancam Lansia di Asia Ya!

31 Mei 2025 22:40 WIB
RSV, COVID-19,  dan Influenza, Waspadai Tripledemic yang Mengancam Lansia di Asia Ya!

Waspada Kenaikan Kasus Covid-19, Flu, dan RSV Lindungi Lansia dari Tripledemic (Istimewa)

Gejala umum RSV termasuk pilek, batuk, demam, sakit tenggorokan, bersin, sakit kepala, mengi, dan kesulitan bernapas, sehingga tak mudah dibedakan dari virus pernapasan lainnya seperti influenza atau Covid-19. 

Namun, di beberapa kasus seperti pada lansia atau pada orang dengan sistem imun yang rendah, infeksi RSV dapat menyebabkan infeksi sedang hingga berat, seperti pneumonia atau bronkiolitis (radang di saluran udara kecil di paru-paru). 

RSV seringkali dianggap sebagai penyakit anak-anak, namun RSV telah dikaitkan dengan beban penyakit yang tinggi pada orang lansia. 

Bahkan, diketahui bahwa angka kematian akibat RSV pada pasien rawat inap dewasa berdasarkan suatu studi di Thailand adalah 15,9%, lho! 

Beban penyakit pada lansia ini salah satunya disebabkan menurunnya kekebalan tubuh seiring dengan meningkatnya usia, hal ini menyebabkan tubuh menjadi rentan untuk terkena infeksi virus, termasuk RSV. RSV secara signifikan mempengaruhi kondisi kesehatan golongan lansia dan individu yang memiliki komorbiditas.

Virus RSV dapat menyebar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat kita, atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi RSV (misalnya mencium balita yang terinfeksi), termasuk juga dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dengan virus. 

Tetesan virus RSV dapat ditularkan melalui batuk atau bersin ke mata, hidung, mulut atau pada permukaan seperti pegangan pintu. 

Satu orang yang terinfeksi umumnya bisa menularkan virus sampai ke 3 orang. Sehingga infeksi RSV ini lebih rentan terjadi pada saat perkumpulan masa seperti momen haji dan umrah dan risiko tersebut bisa pula meningkat pada saat perjalanan di saat musim libur atau pada saat berkumpul bersama keluarga besar dimana populasi lansia ikut hadir. 

Beban RSV pada lansia lebih besar di karenakan pemeriksaan terhadap virus RSV belum dirutinkan dalam proses penegakan diagnosis pada orang yang menunjukkan gejala infeksi saluran pernapasan. Saat ini, belum ada pengobatan khusus untuk RSV. 

Oleh karena itu, sangat penting untuk mencegah penyebaran RSV dengan menerapkan kebersihan yang baik, seperti menutup mulut saat batuk atau bersin, mencuci tangan secara teratur,bdan membersihkan permukaan yang sering disentuh. Selain itu, cara pencegahan lainnya termasuk menggunakan masker, dan menerapkan physical distancing. 

Mengingat gejala infeksi RSV yang sulit dibedakan dari infeksi saluran pernapasan lainnya, diagnosis untuk RSV yang sering kali tak dipertimbangkan, dan belum adanya pengobatan spesifik yang tersedia, maka mencegah infeksi RSV dengan vaksinasi menjadi cara untuk melindungi individu yang berisiko dari infeksi RSV. Vaksinasi RSV disarankan untuk lansia dan individu yang berisiko tinggi. 

Reswita Dery Gisriani, selaku Communication, Government Affairs & Market Access Director, GSK Indonesia, "Berdasarkan penelitian dengan pendekatan proyeksi matematika, jumlah infeksi akibat RSV di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai 7,2 juta kasus dalam tiga tahun. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus diprediksi mencapai 6,1 juta dalam periode yang sama26. Data ini menjadi pengingat penting bagi kita semua akan urgensi peningkatan edukasi untuk mencegah penyebaran infeksi RSV terutama di Indonesia.” 

Reswita Dery Gisriani menambahkan, "Di GSK kami berkomitmen untuk bermitra bersama pemerintah dan tenaga kesehatan dalam memperluas akses obat dan vaksin inovatif untuk memenuhi kebutuhan individu dan masyarakat yang terus berkembang untuk membangun masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Selain itu, kami memiliki upaya berkelanjutan termasuk media sosial AyoKitaVaksin dan microsite CegahRSV. Kami juga mendorong masyarakat untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan dalam menentukan tindakan pencegahan yang diperlukan untuk kebutuhan spesifik masing-masing individu. 

Baca Juga: Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Penyebab Lansia Lebih Rentan Terjatuh, Moms Kenali Yuk!

Baca Juga: Sudah Tahu Hidup Sehat, Kenapa Masih Sulit Konsisten?

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan