Ibu hamil sedang bersantai di atas kasur sembari minun kopi dan makan donat. (Unsplash/Fallon Michael)
Meskipun butuh waktu lebih lama untuk membersihkan kafein dari tubuh selama kehamilan, jika mengonsumsi dalam jumlah kecil masih bisa ditoleransi dengan baik.
Jika kamu masih bisa mentolerir kafein, itu boleh dikonsumsinya, tetapi penting juga untuk diingat bahwa terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat memiliki efek samping.
Kafein merupakan stimulan yang dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Terlalu banyak kafein dapat membuat perasaan cemas dan buat tubhh gemetar. Kebanyakan konsumsi kafein juga dapat menyebabkan kesulitan tidur dan insomnia.
Kafein juga bersifat diuretik. Efek diuretik ini bisa menghilangkan air dari tubuh. Sifat diuretik ini bisa membuat kamu ingin buang air kecil terus hingga bisa sebabkan dehidrasi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.