Si kecil mudah alergi pada makanan? Para peneliti kesehatan sebelumnya telah menemukan bahwa paparan awal alergi makanan dapat mengurangi risiko anak-anak mengembangkan alergi pada makanan.

Hanya saja mereka belum bisa menjelaskan alasan anak-anak mampu mengatasi alergi tersebut atau alasan anak-anak lebih rentan pada alergi saat mereka belum pernah mengalaminya.

Melansir dari berbagai sumber, (05/05/2021) penelitian yang datang dari La Jolla Institute for Allergy and Immunology mencoba mengungkap misteri tersebut dengan melakukan uji coba pada tikus dengan menggunakan antigen.

Antigen bertanggung jawab untuk menginformasikan tubuh ketika zat asing (termasuk makanan) telah memasuki tubuh. Jika ada zat yang dianggap tak akrab dengan tubuh, maka sistem kekebalan tubuh akan meresponnya sebagai bahaya dan mencoba untuk melawannya.

Dalam percobaan tersebut, agar tikus menjadi bebas antigen, mereka dibesarkan di lingkungan yang bebas kuman dan hanya diberi asupan asam amino. Tanpa tersentuh antigen, tikus ini meniru atau mirip dengan bayi atau balita yang belum tersentuh oleh makanan.

Penggunaan tikus bebas antigen didasarkan pada anggapan bahwa dari waktu ke waktu sistem kekebalan tubuh belajar menoleransi makanan yang pada awalnya dianggap sebagai bahaya.

Selama uji coba, para peneliti mengidentifikasi bahwa makanan dan bakteri baik menghasilkan jenis sel T regulator (Tregs) yang unik. Ini karena tikus yang bebas kuman hanya mendapatkan makanan dari Tregs.

Karena tikus bebas kuman sangat rentan pada alergi, para peneliti berasumsi bahwa kehadiran makanan dan mikroba diinduksi dari Tregs diperlukan untuk mencegah alergi makanan.

Baca Juga: Tak Dapat Disembuhkan Tapi Bisa Dicegah, Begini Cara Mencegah Alergi Pada Anak

Para peneliti berkesimpulan bahwa toleransi makanan diperoleh dan melibatkan populasi spesifik Tregs berkembang mengikuti makanannya. Secara keseluruhan, penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak lebih rentan terhadap alergi makanan, karena mereka hanya mengonsumsi jenis makanan yang lebih sedikit. Dan ketika mereka mengonsumsi lebih banyak, tubuh akan terbiasa dengan antigen tersebut dan reaksi alergi dapat dihindari.