Suasana Ramadan tahun ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pandemi mengubah sebagian besar kehidupan masyarakat salah satunya padapola belanja masyarakat. Tren belanja online masih menjadi andalan masyarakat untuk berbelanja.

Antusiasme ini terbukti dengan terjualnya lebih dari 130 juta produk UMKM di aplikasi Shopee. Hal ini didukung oleh kampanye Big Ramadan Sale yang digelar Shopee Indonesia pada tanggal 23 April, 30 April, dan 5 Mei 2021. Diharapkan, naiknya penjualan produk UMKM ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja menyampaikan, kampanye Big Ramadan Sale 2021 pada tahun ini, adalah bentuk upaya Shopee untuk memberikan sorotan dan jangkauan yang luas khususnya terhadap produk-produk lokal UMKM.

"Kami senang sekali melihat animo yang tinggi dari pengguna untuk memenuhi kebutuhan Ramadan, terlihat dari antusiasme pengunjung Shopee selama Ramadan yang kami inisiasi sebagai wadah untuk aktivitas online, seperti berbelanja berbagai kebutuhan, hingga alternatif kegiatan pelengkap melalui inovasi game yang tersedia untuk menemani kegiatan beribadah selama bulan Ramadan tahun 2021 ini," ujarnya.

Tak hanya menjadi wadah untuk berbagai alternatif aktivitas online selama Ramadan, Shopee Indonesia yang turut merealisasikan peran dan fungsi sosialnya, menjadi prasarana perpanjangan tangan untuk berbagi ke sesama secara virtual, baik untuk donasi, maupun pembayaran zakat kepada pihak yang membutuhkan.

Melalui program Berbagi Tanpa Batas bersama Shopee, sebanyak total Rp 1,128,461,180 zakat dan donasi telah terkumpul sejak awal kampanye Big Ramadan Sale hingga tanggal 5 Mei 2021. Shopee berkolaborasi untuk mendistribusikan hasil dana ini kepada mustahik bersama dengan berbagai mitra lembaga terpercaya antara lain seperti, Baznas, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim dan Nu Care Lazisnu.

Baca Juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, Ini Komitmen ShopeePay Dorong Digitalisasi Finansial Indonesia

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas