Pasangan manapun pasti tidak menginginkan adanya perceraian dalam rumah tangga, tak terkecuali anak. Tapi jika dipertahankan masih berakhir saling menyakiti, perceraian menjadi satu-satunya jalan keluar agar dapat bahagia. Konon, perceraian juga memberikan efek jangka panjang pada anak-anak. 

Tetapi ketika orangtua tetap bisa berusaha untuk menjaga dan memperhatikan untuk mengasuh anak-anak setelah perceraian, akhir bahagia tetap bisa dirasakan bersama. 

Mengutip dari laman momjunction.com pada Selasa (6/7/2021), berikut ini dampak yang dialami oleh anak-anak saat orangtuanya bercerai. 

1. Emosi yang Berantakan

Anak-anak yang menyaksikan pertengkaran orangtuanya bahkan setelah bercerai bisa membuat emosinya tidak stabil. Anak akan sering merasa cemas akan segala hal termasuk di lingkungan sosialnya. Anak juga bisa mengalami stres dan menganggap dirinya sebagai pemicu dari berpisahnya kedua orangtua mereka. 

Demikian itu yang membuat perasaan si anak lebih sering mudah marah dan akhirnya memilih untuk diam. Kesedihan yang terus menyelimuti bisa berdampak buruk pada psikologis anak seperti depresi karena merasa kecewa tidak memiliki dukungan emosional penuh dari kedua orangtua. 

2. Masalah Prilaku Sosial 

Pikiran anak yang masih rentan membuatnya mudah terpengaruh oleh peristiwa yang terjadi disekitar mereka termasuk pertengkaran dan perpisahan kedua orangtuanya. Seorang anak yang orangtuanya bercerai memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan perilaku kekerasan dan antisosial terutama masa remaja. Sebagai contoh, anak yang mudah hilang kesabaran dan dalam sekejap tanpa ragu menyerang seseorang.

Baca Juga: Harus Dicegah, Ini Sederet Dampak Buruk Perceraian pada Anak

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas