Ilustrasi wanita menutup telinga dengan bantal saat sedang berbaring di atas kasur. (pinterest/freepik)
Tingkat kecemasan melonjak selama masa pandemi. Jika seseorang merasa cemas itu bisa mengakibatkan kualitas tidur yang buruk. Biasanya orang yang megalami kecemasan sering terbangun di tengah malam karena menurunnya kualitas tidur.
Selain itu, mereka juga biasanya mengalami mimpi buruk akibat kecemasan. Ternyata mimpi buruk juga bisa disebabkan oleh emosi yang kuat lho. Makanya penting banget untuk jaga suasana hatimu tetap tenang di tengah kondisi krisis seperti ini agar. Bukan hanya untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik, tetapi juga bisa berpengaruh pada kesehatan tubuhmu.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Rekomendasi Durasi Tidur yang Baik Sesuai Kategori Usiamu
Penelitian mengungkapkan bahwa beberapa orang mengalam trauma di tengah-tengah pandemi ini. Biasanya trauma tersebut membuatnya enggak nyenyak saat tidur karena selalu mengalami mimpi buruk.
Deirdre Barrett, Seorang asisten profesor psikologi di Universitas Harvard sedang melakukan analisis di seluruh dunia tentang mimpi. Dia mulai pada bulan Maret, dan sekarang memiliki catatan 6.000 mimpi dari survei 2.400 orang.
Anehnya, beberapa orang mendapatkan representasi metaforis dari ketakutan dalam mimpi mereka, seperti ermimpi tentang penembakan massal, orang-orang yang batuk keras dengan berdekatan, dan sejenisnya.
Baca Juga: Merasa Cemas dan Takut karena Pandemi Corona? Humas WHO: Itu Wajar! Atasi dengan Cara Ini
Yang paling sering mengalami trauma adalah petugas kesehatan. Sebagai garis depan yang berhadapan dengan pasien corona, mereka sering kali memiliki perasaan bersalah karena tak mampu menyelamatkan nyawa. Dalam mimpi, mereka juga menyalahkan diri sendiri karena menularkan COVID-19 kepada anggota keluarga.
Hasil penelitian menyebut bahwa mimpi tersebut bisa menyebabkan peningkatan insomnia. Menurut sebuah survei oleh SleepHelp.org, 22% orang mengatakan mereka memiliki kualitas tidur yang buruk sejak pandemi COVID-19 dimulai.
Alasan utama yang membuat orang susah tidur karena mereka takut terinfeksi COVID-19. Hal tersebut dirasakan oleh 14% responden dari survei ini.
Hal lain yang menyebabkan kecemasan juga karena berita yang beredar luas hanya menyoroti aspek negatif dari pandemi ini. Sehingga sepertiga dari responden survei mengalami kecemasan berlebih hingga sulit tidur.
Baca Juga: Virus Corona Membuat Kamu Cemas? Ikuti 5 Anjuran Psikolog Berikut Ini
Logan Foley, redaktur pelaksana SleepHelp.org, mengatakan bahwa merasa cemas saat kondisi seperti ini adalah hal yang wajar. Banyak faktor yang membuat seseorang menjadi cemas hingga sulit tidur.
“Banyak masalah yang akan kita lihat di sekitar pandemi ini terkait dengan kecemasan umum, jadi terutama insomnia. Ini dapat diperburuk dengan bekerja di tempat tidur, terjebak dengan pasangan / orang penting lainnya di tempat yang sempit terlalu lama, dan dengan tidak bertahan pada waktu naik yang konsisten," katanya.
Namun, perlu diingat bahwa memiliki kualitas tidur yang buruk bisa mempengaruhi kesehatan tubuh. Oleh sebab itu, Loga menyarankan untuk berusaha berpikiran positif agar tak mengalami kecemasan dan akan memiliki kualitas tidur yang baik.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.