Menu

Kisah Sukses Alamanda Shantika, Rela Angkat Kaki dari Go-Jek Demi Lahirkan Binar Academy: Sekolah Coding Gratis!

Riana Agustian
15 Oktober 2021 22:45 WIB
Kisah Sukses Alamanda Shantika, Rela Angkat Kaki dari Go-Jek Demi Lahirkan Binar Academy: Sekolah Coding Gratis!

Alamanda Shantika Santoso, Founder dan Presiden Direktur Binar Academy (Instagram/@alamandas)

Kemudian, Ala mengatakan bahwa tantang kedua adalah accessability. Menurutnya, problem edutech saat ini adalah anak-anak Indonesia itu cuma 35% yang setelah lulus SMA itu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Jadi bayangkan, ada 65% anak-anak Indonesia itu yang gak bisa kuliah jadi ini masalah besar yang harus kita hadapi. Bagaimana ekonomi kita bisa meningkat kalau SDM-nya tidak mampu. Jadi dari masalah itu kita juga sangat bertekad bahwa Binar Academy akan terus menciptakan pendidikan yang berkualitas tapi bisa diakses siapapun. Dan kita juga baru dapat akreditasi dari Finland, dimana udah sangat mirip dengan sistem pendidikan di Finland, kita tahu sendiri sistem pendidikan di Finland itu terbaik kedua di dunia. Jadi sistemnya mengedepankan emotional well-being dari student,” papar Ala.

Dan terakhir adalah employability. Ala bilang, sekarang itu ada sekitar 86% anak-anak Indonesia yang salah jurusan kuliah. Dan ia pun merasakan hal itu sendiri saat ia akan bangun Go-Jek.

“Saat di Go-Jek itu sulit banget untuk mendapatkan talenta-talenta yang aku butuhkan. Jadi ini problem nyata yang kita hadapi di Indonesia dan itulah yang aku coba untuk soft di Binar Academy. Kalau soal tantangan, itu banyak banget. tapi tantangan terbesar buat aku saat membangun perusahaan itu ternyata is not of building a company, tapi gimana aku bisa mengenal diriku lebih dalam lagi. Kalau orang ngeliat aku luarnya itu orangnya confident, kayak gak ada takut-takutnya. Tapi in reality itu setiap hari aku tuh masih ada aja ngelamin ketakutan-ketakutan itu. Dan dengan membangun perusahaan ini, aku nge-push diri aku untuk terus bisa feeling the layers karena aku itu seorang nahkoda yang lagi membawa kapal yang didalamnya ada banyak orang. Dan kapal ini akan berdampak ke lebih banyak orang lagi gitu. Kalau misalnya aku masih mengalami ketakutan-ketakutan itu, aku gak bisa meng-unlock potensi tim aku itu. Dan bagi aku, seorang leader itu sebenarnya udah bukan melulu ke teknikal, tapi lebih kepada bagaimana aku bisa men-support timku menjadi diri mereka yang terbaik. Sehingga itu bisa berdampak lebih banyak lagi kepada yang selama ini kita perjuangkan. Its really spiritual journey for me, menemukan diriku yang sebenarnya,” papar Ala.

Lalu kira-kira, menurut Ala, value apa yang harus dimiliki seseorang utamanya wanita supaya berani? Terkait hal itu, Ala pun punya pandangan yang sangat-sangat menarik.

“Sebelum ke value, menurutku yang penting juga itu purpose. Purpose orang itu beda-beda. Kayak aku waktu itu menemukan purpose-ku adalah waktu di Go-Jek, dimana di situ aku baru sadar. Jadi sebelum di Go-Jek kan aku struggle banget dimana ‘menyelamatkan hidup’, gimana caranya bisa makan. Dulu kan aku makan itu cuma dua kali dalam sehari, karena keterbatasan uang. Dan gimana caranya mengembalikan kehidupan keluargaku, karena dulu orang tuaku sangat berada. Tapi akhirnya pas aku di Go-Jek, di situ aku menemukan arti tujuan hidupku yang baru, dimana saat pertama kali aku launch apps Go-Jek saat itu aku merasa ‘wow banyak banget kehidupan orang yang aku beri dampak’. Karena sampai sekarang pun driver-driver Go-Jek itu pas aku ulang tahun, pas valentine, masih selalu ke rumah. Karena segitunya mereka berterima kasih, dan aku gak nyangka juga apa yang aku bikin itu sampai diapresiasi orang sebegitunya, karena itu bener-bener ber-impact ke hidup mereka. Di situ juga aku bisa menemukan bahwa source of inspiration itu bisa ditemukan bukan cuma dari Steve Jobs, atau orang-orang yang sudah sukses, tapi my source of inspiration itu mereka yang ada di jalanan. Karena di situ aku belajar banget tentang kehidupan. Akhirnya di situlah aku menemukan purpose baru dalam hidupku. Makanya juga aku bikin Binar Academy yang accessible karena aku pengen mengubah hidup banyak orang,” terang Ala.

“Itu yang harus kita punya pertama, setelah itu baru kita bisa ngomongin value apa yang bisa kita percayai di dalam hidup ini. Bagi aku yang pertama adalah selalu mengerjakan sesuatu itu dengan hati. Kalau udah punya purpose, kita jadi gak ada beban, karena kita tahu tujuan hidup kita apa. Kita juga harus punya semangat belajar, harus punya intergrity dan selalu juga punya kebiasaan untuk selalu bersyukur,” tandas Ala.

Halaman: