Ilustrasi sindrom hipertensi jas putih. (Pinterest/Freepik)
Seiring bertambahnya usia, kelenturan pembuluh darah bisa berkurang sehingga dapat menyebabkan tekanan darah lebih mudah meningkat. Ini sebabnya, mereka yang berusia di atas 40 tahun akan lebih rentan mengalami hiperensi dibandingkan yang berusia muda.
Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan hipertensi akan lebih berisiko untuk mengalami kondisi yang sama di kemudian hari.
Kelebihan berat badan atau obesitas menyebabkan jantung bekerja lebih berat dari seharusnya. Hal ini membuat risiko tekanan darah tinggi meningkat berlipat ganda.
Secara umum, jantung akan bekerja dengan ritme yang baik dan mengalirkan darah lebih lancar saat berolahraga. Ini mengapa mereka yang jarang berolahraga akan mudah mengalami hipertensi.
Sering mengonsumsi makanan tinggi kalori, berlemak, dan tinggi garam juga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi.
Rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, membuat pembuluh darah kehilangan elastisitasnya, sehingga hipertensi kerap tak bisa dihindari lagi.
Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.
Share Artikel: