Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat masyarakat cemas dan khawatir. Apalagi saat ini sudah banyak negara yang memperbolehkan warganya berkegiatan seperti biasa atau yang disebut dengan kenormalan baru. Padahal, kasus psoitif virus corona belum menurun.

Dilansir dari berbagai sumber, adanya pelonggaran aturan atau kenormalan baru bisa memicu gelombang kedua virus corona atau Covid-19 ketika vaksin belum ditemukan. 

Baca Juga: Ahli Sebut Tes Antibodi Tak Akurat untuk Corona, Kenapa Begitu?

Baca Juga: Katanya, Kamu Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi Setelah Enam Bulan, Benarkah?

Baca Juga: Ilmuwan Italia Sebut Virus Corona Melemah dan Tak Lagi Menular, Apa Alasannya?

Menurut WHO, wabah bisa kembali datang saat gelombang awal sudah reda. Pandemi seperti ini datang dalam beberapa gelombang berbeda. Dengan kata lain, wabahnya bisa kembali datang saat gelombang awal telah mereda.

Seperti apa gelombang kedua virus corona?

Ciri dari gelombang kedua virus corona adalah temuan kasus positif virus corona yang masih tinggi. Ini dibarengidengan lonjakan tajam infeksi virus yang muncul secara tiba-tiba. Gelombang kedua ini enggak bisa terpola seperti gelombang sebelumnya. Fase ini muncul setelah tingkat infeksi virus terlihat mulai stabil.

Gelombang kedua virus corona dikhawatirkan akan membuat sistem kesehatan jadi kewalahan. Akhirnya, berpotensi menyebabkan banyak angka kematian. Kematian pun enggak hanya berasal dari pasien yang terinfeksi virus corona, tapi juga dari orang yang memiliki penyakit lain dan bergantung pada medis.