Virus corona atau Covid-19 merupakan sebuah virus yang merusak sistem pernapasan. Namun, kini beredar kabar bahwa analisis sampel pasien yang positif terinfeksi virus corona di Wuhan, Cina, virus corona tersebut juga dapat merusak sel yang menhasilkan sperma. Waduh, benar enggak ya?

Riset gabungan peneliti dari Cina dan Amerika Serikat mengungkap adanya kerusakan pada testis pasien. Tapi, setelah diteliti lebih lanjut, jejak virus enggak terdeteksi pada sampel jaringan testis. Artinya, virus merusak testis tanpa benar-benar menginfeksinya dengan cara mengikat enzim pada permukaan sel. Setelah menyusupi testis, virus corona kemudian dapat memperbesar dan menyerang sel-sel penghasil sperma.

Baca Juga: Katanya, Kamu Bisa Terinfeksi Virus Corona Lagi Setelah Enam Bulan, Benarkah?

Baca Juga: Pandemi Corona Belum Berakhir? Jangan Galau! Yuk, Simak Tips Agar Kamu Tetap Bahagia

Baca Juga: Masuk Tahap Kedua, Ilmuwan Yakin 99% Vaksin Corona Efektif

Dalam studi terbaru, 80 persen sampel menunjukkan keruskan signifikan pada tubulus seminiferus, bagian testis tempat sperma dibuat. Sel-sel yang membentuk tabung kecil ini mengalami perubahan bentuk menjadi jauh lebih besar dari sel yang sehat. Beberapa juga rusak hingga produksi sperma bisa terpengaruh.

Menurut para peneliti, virus melakukan ini tanpa memasuki sel testis, tapi mencatat bahwa testis mengandung enzim yang dikenal sebagai ACE2, yang dapat diikat oleh virus corona menggunakan protein spike. 

Selain itu, para peneliti juga menyampaikan bahwa kerusakan yang ditemukan dalam sampel penelitian juga bisa disebabkan oleh kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Untuk itu, para peneliti menyimpulkan bahwa harus ada studi lebih lanjut yang harus dilakukan untuk menemuka cara mengurangi risiko cedera testis selama terinfeksi virus corona atau Covid-19.