Beauty, seperti diketahui melalui beberapa pemberitaan bahwa pandemi virus corona membuat angka kehamilan juga ikut melonjak. Berdasarkan data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) angka kehamilan di masa pandemi virus corona dalam tiga bulan terakhir ada sekitar 420.000 kasus kehamilan.

Lonjakan tersebut diketahui akibat di masa pandemi virus corona ini masyrakat enggan menggunakan kontrasepsi karena takut mendatangi fasilitas kesehatan. Dengan begitu, Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr. Hasto Wardoyo, SP. OG, mengimbau para pengantin baru untuk menunda kehamilan hingga tiga bulan.

Baca Juga: Hati-Hati Ibu Hamil Rentan Terkena Penyakit! Ini Tips Agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Baca Juga: Catat Baik-Baik! Ini Pedoman WHO soal Penanganan Virus Corona untuk Wanita Hamil

Baca Juga: Ingin Menyusui Buah Hati dengan Aman di Tengah Pandemi? Ikuti Saran WHO Ini

"Pasangan baru tentu di usia-usia subur 20-35 tahun berpotensi untuk hamil. Karena gencar ingin punya anak. Memang kalau lihat perkawinan baru penting untuk diperhatikan. Kalau bisa kita menggerakkan orang-orang yang nikah yang baru aja mau hamil, kalau bisa ditunda sedikit 3 bulan," ujarnya dalam acara DKT Indonesia: Urgensi Pelayanan KB Pada Masa New Normal, Selasa (9/6/2020).

Bukan tanpa alasan, Hasto mengatakan bahwa hamil saat pandemi virus corona akan lebih berisiko untuk sang ibu. Hal terparah yang bisa terjadi misalnya pendarahan tak terduga sedangkan fasilitas kesehatan sedang fokus menangani pasien COVID-19.

"Pasangan yang baru nikah ada baiknya ditunda minimal tiga bulan saat pandemi virus corona. Sebab, takutnya saat hamil terjadi pendarahan yang tidak terduga," sambungnya.