Menu

Bermula dari Garasi, Swan Kumarga Sukses Angkat Derajat Masakan Jawa Lewat Resto Dapur Solo

20 Desember 2021 21:05 WIB
Bermula dari Garasi, Swan Kumarga Sukses Angkat Derajat Masakan Jawa Lewat Resto Dapur Solo

Swandani Dewata Dewi Kumarga atau yang juga akrab disapa Ny. Swan Kumarga, Founder Dapur Solo. (Instagram/@nyonyaswan)

Ny. Swan mengklaim, Dapur Solo itu mengusung menu otentik. Menangnya menu otentik itu, kata dia, tak ada tren. Selain itu, salah satu kelebihan Dapur Solo adalah kekhasan masakannya yang sudah disesuaikan dengan lidah warga ibukota yang multi -etnis. Kekhasan rasa manis pada masakan dari Kota Solo sudah dikurangi, dibumbui dengan rasa lain yang tak kalah sedap. Perlahan namun pasti, kuliner Dapur Solo bisa diterima oleh rata - rata lidah warga Jakarta dan sekitarnya. Makanan-makanan ndeso dari Kota Solo pun akhirnya masuk dalam jajaran resto modern di Jakarta yang didominasi restoran dari luar negeri.

“Untuk Dapur Solo ini kita betul-betul fokus di citarasa masakan Jawanya. Di tengah gempuran fast food, Japanese food, dan jajaran resto modern lainnya yang popular, kita gak boleh lupa makanan asli Indonesia sendiri. Dan masakan Jawa itu juga lebih dari sekedar rawon, sangat banyak dan banyak yang belum dieksplorasi. Bahkan masih banyak makanan-makanan Jawa lainnya yang belum dikenal. Contohnya Garang Asem, Gadon, Carang Gesing, nah nanti kita akan bekerjasama dengan Chef Melia yang akan mengeksplor. Jadi tetap nanti rasa otentiknya itu Jawa. Itu jangan diubah. Rasa saya bilang otentiknya jangan ilang. Trennya itu. Dibilang fusion nanti rawon jadi Tom Yang, enggak. Dan nama harus otentik. Kalau sate ya sate, rawon ya rawon. Jangan disebut nanti rawon jadi black soup. Harapan saya, generasi milenial, generasi Z, bisa selalu merasakan cita rasa otentik kuliner Indonesia yang sehat dan otentik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ny. Swan pun memaparkan kunci sukses yang ia pegang teguh dalam membangun dan mengembangkan Dapur Solo. Pertama, kata dia,yang harus dilakukan untuk dapat memiliki bisnis yang sukses adalah fokus terhadap produk dari bisnis itu sendiri. Kedua, lanjutnya, harus ada tim yang ulet. Menurutnya, ketika seseorang ulet dalam bekerja, maka kesuksesan akan datang menghampiri. Maka dari itu seorang pelaku usaha wajib memiliki sikap optimis, ulet, dan semangat tinggi. Dan ketiga harus disupport oleh keuangan yang bagus.

“Kita harus fokus core bisnis kita apa. Saya di kuliner Indonesia makanan Jawa. Kedua, kita harus punya tim harus ulet dan jeli melihat pasar. Ketiga, harus di support keuangan yang bagus. Kebetulan PT Eatwell ini support sekali. Jadi pada saat pandemi juga kita mengikatkan ikat pinggang, jadi gak sembarangan kita foya-foya,” paparnya.

Gak cuma itu, Ny. Swan juga memiliki satu prinsip untuk mengatasi tantangan dalam berbisnis. Prinsip itu adalah menganggap pekerjaan sebagai hobi, dengan demikian tak akan terasa ada tekanan ketika kita melakukannya.

Halaman: