Banyak ilmuwan yang kini tengah meneliti obat-obatan dan juga mencari vaksin untuk membunuh virus corona yang sudah berbulan-bulan muncul di dunia. Kabar baik datang dari Sinovac Biotech Ltd. yang telah menguji coba vaksin dan ternyata enggak menimbulkan efek samping yang berisiko pada sukarelawan yang disutik vaksin virus corona.

Dilansir dari Times of India pada Senin (15/06/2020), Sinovac mengungkapkan bahwa vaksin virus corona itu belum menyebabkan efek samping yang parah dan lebih dari 90 persen orang yang diberi suntikan pada interval 14 hari telah menginduksi antibodi penawar dua minggu setelah inokulasi.

Baca Juga: Antibodi SARS Dilaporkan Dapat Memblokir Infeksi Virus Corona, Benar Enggak Sih?

Baca Juga: Golongan Darah O Lebih Kebal dari Infeksi Virus Corona, Benarkah Begitu?

Baca Juga: WHO: Belum Saatnya Berhenti Menanggulangi Wabah Virus Corona!

"Temuan awal berasal dari uji coba fase I dan II di China. Sebanyak 743 orang sehat berusia 18 hingga 59 baik menerima suntikan pada dua jadwal atau plasebo," kata Juru Bicara Sinovac.

Vaksin Sinovac ini merupakan 5 di antara percobaan di China yang telah mencapai tahap akhir untuk pengujian manusia. Tapi, vaksin ini belum juga mendapatkan persetujuan untuk penggunaan secara umum.

Beberapa calon vaksin terkemuka sedang berusaha calon vaksin terkemuka sedang berusaha untuk melakukan uji coba fase III untuk membunuh virus corona ini.

Vaksin ini akan melakukan uji coba fase III di Brasil dan pihak berwenang sudah menyetuji vaksin tersebut akan diuji coba tahap akhir di sana.