Di masa New Normal seperti ini sudah banyak masyarakat yang melakukan olahraga di luar rumah. Olahraga yang banyak dilakukan seperti jalan santai ataupun bersepeda. Meski sudah boleh ke luar rumah, para ahli mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu protokol kesehatan yang gencar disuarakan adalah memakai masker. Namun, penggunaan masker saat olahraga masih memicu berbagai perdebatan. Lantas, apakah aman olahraga menggunakan masker?

Baca Juga: Menuai Perdebatan! WHO Anjurkan Masyarakat Tak Pakai Masker saat Olahraga, Benar Aman?

Baru-baru ini pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan pedoman olahraga aman saat masa New Normal. Dalam pedoman tersebut WHO menjelaskan bahwa saat olahraga sebaiknya tak menggunakan masker karena bisa buat sulit bernapas.

Nah, beberapa pakar kesehatan pun setuju dengan panduan yang dikeluarkan oleh WHO. Pakar kesehatan merekomendasikan agar orang tetap aktif secara fisik dengan olahraga di tengah pandemi corona untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Namun, berolahraga dan memakai masker wajah bisa menimbulkan efek buruk. Memakai masker saat olahraga bisa berpotensi buruk bagi pernapasan sehingga dapat mempengaruhi kinerja dan bahkan fungsi kognitif.

Baca Juga: Ingin Olahraga ke Luar Rumah? Dokter Reisa Peringatkan Hal ini

"Masker membuat tubuh lebih sulit untuk menghirup jumlah udara yang dibutuhkan saat olahraga," kata Lindsay Bottoms, dari University of Hertfordshire seperti dilansir dari Medical Daily (20/6/2020).

“Kita tahu bahwa mengenakan masker dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap paparan virus. Namun, olahraga selalu menghasilkan nafas yang lebih cepat dan lebih keras, jadi mengenakan masker saat berolahraga membuat tekanan yang berbahaya untuk kesehatan,” sambungnya.

Baca Juga: Ingin Gowes Aman saat New Normal? Kemenkes: Jaga Jarak 20 Meter!

Peningkatan pernapasan dan aliran udara yang lebih rendah akan membutuhkan lebih banyak upaya untuk melakukan aktivitas fisik intensitas rendah hingga sedang. 

Otot menghasilkan asam laktat yang menyebabkan sensasi terbakar dan dikonversi menjadi karbon dioksida. Seperti yang kita semua tahu, tubuh melepaskan karbondioksida, menggunakan masker tentunya akan mengganggu siklus itu.