Menu

Gak Cuma Lansia, Anak Muda Juga Bisa Kena Osteoporosis! Begini Penjelasan Pakar

07 Januari 2022 17:41 WIB
Gak Cuma Lansia, Anak Muda Juga Bisa Kena Osteoporosis! Begini Penjelasan Pakar

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta. dr. Henry Suhendra, Sp.OT. (Dok. Pribadi/Edited By HerStory)

HerStory, Bogor —

Beauty, kamu pasti sudah mendengar apa itu osteoporosis. Osteoporosis merupakan kondisi berkurangnya kepadatan tulang yang umumnya kita asosiasikan dengan kondisi yang hanya terjadi pada orang lanjut usia. Dan, tahukah kamu Beauty, bahwa osteoporosis juga dapat menyerang anak-anak dan remaja lho!

Menurut Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta. dr. Henry Suhendra, Sp.OT, secara umum, osteoporosis terbagi dalam dua kelompok, yaitu osteoporosis primer dan sekunder.

“Osteoporosis itu kita bagi dua basic-nya, yaitu osteoporosis primer dan osteoporosis sekunder. Jadi kalau yang primer itu bisa dibilang yang mengikuti kodrat ya, yaitu terjadi pada lansia. Nah, kalau osteoporosis sekunder, ini ada penyebabnya, misalnya penyakit atau bahkan obat-obat yang dipakai pada pengobatan penyakit-penyakit tertentu. Dan ini bisa saja terjadi pada segala umur ya. Banyak contohnya, saya ada pasien anak umur 6 tahun tapi dengan kelainan autoimun, itu dia menderita Idiopathic Thrombocytopenic Purpura atau ITP. Nah, bukan penyakitnya yang menyebabkan dia osteoporosis, tetapi dari pengobatannya, yaitu dari golongan steroid. Sehingga itu yang dikatakan osteoporosis sekunder. Jadi, di sini saya memberikan spektrum bahwa tidak betul bahwa osteoporosis itu terjadi pada orang tua, pada anak-anak pun ada. Meski itu terbilang jarang,” tutur dr. Henry, saat sesi Instagram Live, sebagaimana dipantau HerStory, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Alumnus Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Fakultas Kedokteran (FK) Unair ini menuturkan bahwa dalam kasus osteoporosis primer, umum terjadi pada lansia karena adanya gangguan metabolisme sel tulang. Kerja sel penghancur tulang (osteoclast) melebihi kerja sel pembentuk tulang (osteoblast). Dampaknya, lama-kelamaan massa tulang berkurang dan arsitektur tulang yang semula tebal dan padat berubah menjadi tipis dan jarang, dan kondisi ini disebut sebagai tulang keropos.

“Osteoporosis primer ini terjadi secara alami akibat penuaan, disertai menurunnya hormon serta kurangnya asupan kalsium dan vitamin D. Wanita umumnya mengalami osteoporosis lebih cepat dibandingkan pria ini dikarenakan saat mengalami manopouse kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita akan menurun secara drastis, padahal hormon ini berperan dalam merangsang aktivitas sel pembentuk tulang bekerja,” beberPendiri dan Ketua KILO (Komunitas Indonesia Lawan Osteo-Sarcopenia) ini.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan