Menu

Gak Cuma Lansia, Anak Muda Juga Bisa Kena Osteoporosis! Begini Penjelasan Pakar

07 Januari 2022 17:41 WIB
Gak Cuma Lansia, Anak Muda Juga Bisa Kena Osteoporosis! Begini Penjelasan Pakar

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dari RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta. dr. Henry Suhendra, Sp.OT. (Dok. Pribadi/Edited By HerStory)

dr. Henry yang juga Ketua vitamin D society Indonesia ini juga bilang bahwa risiko seseorang untuk mengidap osteoporosis di masa depan amat bergantung pada kekuatan tulang yang dibentuk pada masa muda.

“Jadi perlu diketahui ya, osteoporosis primer yang bisa diderita lansia, itu asal mulanya atau akarnya pada anak-anak. Itu yang mesti dipegang. Karena begini, memang munculnya pada umur-umur 60-70, tapi sebab-sebabnya dimulai pada umur muda, dari anak-anak,” imbuh dr. Henry.

Dikatakan dr. Henry, di masa pertumbuhan anak-anak, biasanya osteoblast lebih aktif daripada osteoclast. Jadi pembentukan tulang lebih banyak daripada perusakan tulang. Tulang sendiri merupakan living tissue atau jaringan hidup. Jadi kalau pembentukannya lebih banyak, maka dia akan jadi lebih tebal dan lebih besar tulangnya.

“Ingat, bahwa anak-anak itu bertumbuh, tulang bertumbuh jadi lebih tebal, massanya lebih padat, itu adaistilah pick bone mess. Jadi puncak masa tulang itu antara umur 28 atau 30. Setelah itu akan turun. Ibaratnya, tulang itu deposito atau simpanan kita di Bank, itu kita harus nabung dari kecil biar kita punya simpanan yang banyak saat dewasa. Dan ingat, pick bone mess itu memang umur-umur 30. Tapi 80-90 persen dari pick bone mess itu sudah terbentuk umur 18-19 tahun. Jadi bayangkan, kalau mau mengejar tulang atau mendapatkan yang baik, bukan di saat usia tua. Ya memang ketikakena osteoporosis kita bisa melakukan banyak usaha. Dikasih obat, suplemen, dll/ Tapi yang paling penting itu, kita harus menjaga (tulang) dari kecil supaya kita ‘deposito’ kita banyak saat umur tua. Semakin dini kita melakukannya, maka juga akan semakin besar peluang terbebas dari rasa sakit di kemudian hari,” tutur dr. Henry.

Lantas, apa yang harus kita dilakukan saat muda agar tulang kita tetap sehat saat tua?

“Selama ini kita mungkin cuma berikan kalsium, itu sebenarnya kalsium tidak sepenuhnya masuk ke tulang. yang lebih penting adalah vitamin D-nya. Makanya usahanya itu pada saat si ibu itu hamil, itu dia harus diberikan suplementasi vitamin D tinggi sehingga kadar darahnya optimal, sehingga bayinya pas lahir dia punya kadar vitamin D yang tinggi. Itu salah satu usahanya sejak dalam kandungan. Kita harus sudah persiapkan supaya tulang dan sendinya baik. Kalau bicara pertumbuhan pasti kan terkait tulang tulang dan sendi, dan itu berpengaruh kepada semua sistem,” beber dr. Henry.

dr. Henry juga mengatakan, osteoporosis awalnya tidak menimbulkan gejala apa pun sehingga jarang disadari sedari dini. Kondisi ini biasanya baru diketahui saat seseorang mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang. Dengan kata lain, cedera ringan pun bisa menyebabkan patah tulang. Osteoporosis yang terus dibiarkan dapat berujung pada masalah kesehatan jantung, khususnya penyakit jantung koroner.

Ketinggalan informasi bikin kamu insecure, Beauty. Yuk, ikuti artikel terbaru HerStory dengan klik tombol bintang di Google News.

Halaman:

Artikel Pilihan