Obesitas menjadi salah satu kasus yang tinggi di antara anak-anak dan remaja. Center for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan bahwa hampir 13,7 juta anak muda dipengaruhi oleh epidemi obesitas di seluruh negeri. Penelitian menyebut bahwa salah satu penyebab obesitas karena enggak melakukan sarapan. Kok bisa?

Menganalisa perilaku remaja, para peneliti mengatakan bahwa mereka yang enggak melakukan sarapan menunjukkan tanda-tanda obesitas atau kelebihan berat badan. Sebuah studi baru menemukan kebiasaan pagi hari yang secara langsung terkait dengan diet yang tak seimbang dan kegiatan yang tak sehat.

Melansir laman Medical Today (25/6/2020), studi yang dipublikasikan dalam Scientific Reports itu menyatakan bahwa jutaan anak-anak dan remaja di seluruh dunia enggak melakukan sarapan. Kelompok usia yang sama juga cenderung mengganti makanan sehat di pagi hari dengan produk-produk dengan nilai gizi rendah, seperti camilan goreng, kue kering, dan minuman manis.

Baca Juga: Sarapan Sehat dengan Omelet Makaroni yang Super Nikmat, Begini Cara Membuatnya!

Baca Juga: Ingin Kontrol Nafsu Makan? Coba Sarapan Tinggi Protein, Dijamin Bisa Tahan Hasrat untuk Ngemil!

"Kami menemukan bahwa melewatkan sarapan dikaitkan dengan penanda adipositas (lemak tubuh berlebih) pada remaja tanpa memandang di mana mereka tinggal dan berapa banyak tidur yang mereka dapatkan, atau apakah mereka laki-laki atau perempuan," ujar Elsie Costa de Oliveira Forkert, ahli epidemiologi dari University of São Paulo Medical School di Brazil.

Para peneliti menganalisis data dari dua survei terpisah di Eropa dan Brazil yang bersama-sama melibatkan lebih dari 4.500 remaja, berusia antara 12 hingga 18 tahun. Tim tersebut meneliti perilaku yang berkaitan dengan keseimbangan energi, berat badan, tinggi badan, dan indeks massa tubuh responden. Responden juga ditanyai tentang tingkat aktivitas fisik mereka di sekolah, di rumah, saat liburan atau saat bepergian.

Dalam masa penelitian, Elsie Forkert mengatakan para remaja yang melewatkan sarapan pagi sebagian besar menunjukkan indeks massa tubuh yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang biasanya konsumsi makanan sehat di pagi hari.

"Dengan melewatkan sarapan, jutaan anak-anak dan remaja di seluruh dunia mungkin mengganti makanan buatan rumah yang lebih sehat termasuk produk susu, sereal gandum dan buah-buahan dengan makanan cepat saji di tempat dalam perjalanan ke sekolah, atau di sekolah itu sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Penderita Diabetes Mari Merapat! Konsumsi Jambu Biji untuk Sarapan Bisa Kontrol Gula Darah Lho

Baca Juga: Melewatkan Sarapan Bisa Turunkan Berat Badan, Benarkah Begitu?

Elsie Forkert juga mengatakan bahwa pola makan yang tak seimbang adalah hal umum yang terjadi di antara remaja karena memiliki kebiasaan menetap, menghabiskan lebih banyak waktu menonton televisi, menggunakan komputer atau bermain video game. Perilaku menetap seperti itu telah dikaitkan dengan konsumsi kalori dan obesitas yang tinggi.

Namun, memiliki waktu tidur yang ideal membantu beberapa remaja mengurangi risiko obesitas. Anak laki-laki dari Brazil yang tidur kurang dari delapan jam per hari memiliki BMI lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur dan melewatkan sarapan.