Menjalani dua peran sekaligus menjadi ibu rumah tangga dan wanita karier bukanlah hal yang mudah. Enggak hanya harus menyelesaiakan segudang pekerjaan di kantor, working moms juga dituntut untuk menuntaskan kewajibannya untuk melayani suami dan juga anak. Menjalani peran ganda seperti ini, enggak jarang kalau banyak ibu pekerja merasa stres dan berdampak pada depresi yang juga dirasakan.

Beauty, depresi atau gangguan emosional ini bisa membuatmu menjadi kurang bersemangat, penurunan performa kerja, dan bahkan membuatmu menarik diri menjauhi anak dan juga suami. 

Enggak cuma itu, menurut bebrepa penelitian yang dilakukan, depresi ini bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang lho. Mengutip darai laman sindikasi Muslimah DailyKamis (9/7/2020), berikut tujuh gejala fisik akibat depresi.

Baca Juga: Jangan Sampai Anak Bosan! Aktivits Fisik Jadi Solusinya, Moms

Baca Juga: Antibodi Bermasalah, Working Moms Waspada Alergi Pada Anak!

Sakit kepala

Gejala fisik yang umum dialami ialah sakit kepala. Tapi, ini berbeda dari sakit kepala pada umumnya. Sakit kepala ini enggak terlalu mengganggu aktifitas sehari-hari.

National Headache Foundation dalam laman Healthline menggambarkan, sakit kepala akibat depresi seperi "sakit kepala tegang", yaitu sensai berdenyut ringan di sekitar alis.

Lebih merasa sakit

Penderita depresi juga cenderung sering merasakan sakit. Salah studi pada 2015 silam menunjukkan, terdapat korelasi antara penderita depresi dengan rasa nyeri. Begitu pun pada penelian 2010 lalu, di mana menunjukkan kalau rasa sakit memiliki dampak yang lebih besar pada penderita depresi.

Nyeri punggung atau otot tubuh lainnya

Sebuah penelitian pada tahun 2017 dari 1.013 mahasiswa Canada menemukan hubungan langsung antara depresi dan sakit punggung. Sedangkan para psikolog dan psikiater telah lama meyakini kalau masalah emosional dapat menyebabkan nyeri kronis, tetapi masih diteliti secara spesifik.

Baca Juga: Stop! Toxic Positivity Cuma Bikin Kamu Mati Rasa!

Baca Juga: Doktrin Kepatuhan Bikin Depresi, Perhatikan Eksperimen Ini!

Mudah kelelahan

Gejala umum selanjutnya adalah kelelahan. Berbeda dengan kelelahan dalam menjalani hari, kelelahan ini cendeng bisa menyebabkan masalah konsentrasi, mudah marah, dan sikap aptis. 

Maurizio Fava selaku Direktur Program Penelitian Klinis di Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston mengatakan, ketika depresi seseorang akan sering mengalami tidur non-restoratif. Bahkan setelah mendapatkan istirahat yang cukup. Selain itu, gejala lain yang mungkin bisa dirasakan adalah perasaan sedih, putus asa, dan anhedonia.

Menurunnya penglihatan

Enggak cuma merasa sakit di bagian tubuh, ternyata orang yang depresi juga bisa mengalami penurunan penglihatan. Biasanya mereka akan cenderung sulit membedakan warna hitam dan putih atau yang para peneliti sebut "persepsi kontras".

Masalah pencernaan

Gangguan seperti sembelit dan diare memang disebabkan oleh masalah pencernaan. Tetapi, masalah pencernaan sendiri bisa terjadi akibat gangguan emosi seperti sedih, gelisah, dan kewalahan. Penelitian menunjukkan kalau terdapat hubungan antara kecemasan, depresi, dan nyeri gastrointestinal.

Permasalahan perut

Terakhir, adalah gejala pada bagian perut. Mengalami permasalahan perut seperti kram dan kembung bisa jadi menjadi gejala fisik depresi. Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menyebutkan kalau perut yang terasa kram, kembung, dan mual merupakan tanda kesehatan mental yang sedang buruk.

Kalau di antara Beauty atau orang sekitarmu mengalami gejala di atas, ada baiknya segera merujuk ke pihak profesional untuk penjelasan dan pengobatan lebih lanjut. 

Semoga bermanfaat!