MPASI Perdana yang Baik untuk Bayi
Beberapa kriteria pemberian MPASI perdana yang baik untuk anak menurut dr. Dimpel, yaitu:
- Jangan memulai MPASI perdana dengan buah-buahan. Utamakan menu lengkap yang mengandung karbohidrat, protein (utamakan protein hewani yang tinggi zat besi), lemak, tambahan bumbu-bumbuan untuk memberikan rasa lezat (tidak hambar) pada MPASI. Sebab, ASI juga kaya akan rasa. Orangtua boleh memberikan sayuran dan buah-buahan, namun dalam jumlah yang sedikit.
- Tekstur makanan seperti puree (tidak terlalu halus atau cair), seperti tekstur jus alpukat.
- Perhatikan porsi makan anak. Usahakan melakukan responsive feeding (jika makanan anak habis, bisa ditambah, tetapi ikuti sinyal kenyang dan lapar anak, jangan sampai anak terpaksa menghabiskan MPASI).
- Jadwal makan harus sesuai dengan jadwal tidur. Orangtua harus memperhatikan jadwal antar makan atau makan-ASI atau ASI-makan, yaitu minimal 2-3 jam. Jangan sampai memberikan camilan di antara makan atau minum susu.
- Jika ingin memberikan camilan, pastikan perut anak kosong dan nafsu makan maksimal.
Kriteria Pemberian MPASI Dini
Pada kondisi tertentu, ada pula beberapa anak yang memang mendapat MPASI dini. Pemberian MPASI dini tentu saja tidak boleh dilakukan secara sembarangan, harus berdasarkan rekomendasi dokter.
Melalui pemaparannya, dr. Dimple menjelaskan ada beberapa kriteria atau syarat tertentu yang harus diperhatikan oleh orangtua saat hendak memulai pemberian MPASI dini.
Inilah beberapa kriteria pemberian MPASI dini yang harus dipahami oleh orangtua:
- Berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu. Tidak boleh memberikan MPASI di bawah usia 6 bulan sebelum berkonsultasi dengan dokter.
- Dimulai apabila kenaikan berat badan anak tidak cukup per bulannya jika hanya dengan pemberian ASI. Namun, bila kenaikan berat badan anak cukup dari bulan sebelumnya, maka ibu tidak perlu memulai MPASI dini.
- Pemberian ASI paling bagus direkomendasikan sampai usia 6 bulan. Tetapi, jika ASI saja tidak cukup, perhatikan apakah anak sudah siap mengonsumsi makanan selain ASI atau belum.
- Lihat kekuatan leher anak.
- Perhatikan bagaimana refleks anak untuk menjulurkan lidah. Jika anak disodorkan sendok ke dalam mulut, apakah anak akan membuka mulut atau malah menjulurkan lidah? Dokter akan memeriksa hal ini untuk menentukan apakah si kecil bisa memulai MPASI dini atau tidak.
MPASI Homemade atau Fortifikasi (Instan), Pilih yang Mana?
Kebanyakan orangtua juga mengalami kebingungan saat memilih MPASI yang tepat bagi anak. Pasalnya, telah banyak beredar produk MPASI fortifikasi yang tentu lebih praktis.
Baca Juga: Bisa Cegah Anak Sembelit, Intip Yuk Moms Cara Benar Bikin Pure Apel Buncis dan Brokoli untuk MPASI Si Kecil
Baca Juga: Bisa Cegah Kembung pada Bayi, Ini Resep Pure Apel dan Pisang ala Ahli Gizi