Beberapa waktu lalu, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya senter menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, sebuah video beredar yang memperlihatkan ia tengah mengamuk dan menaiki sebuah truk besar menjadi viral di sosial media.

Video yang juga diunggah di laman Instagramnya, @viajayabaya, terlihat Iti yang beberapa kali menaiki pintu truk besar dan memaksa supir dan kondektur di dalamnya untuk keluar. Iti sangat marah dengan ulah para supir truk pengangkut tanah merah yang menjadi salah satu penyebab jalan di wilayah Lebak rusak. 

Tak sendiri, dalam sidaknya ini Iti juga ditemani oleh para jajarannya. Salah satunya Sekda Lebak, Dede Jaelani. 

Menggunakan Bahasa Sunda, Iti mengungkapkan kekesalannya kepada para supir dan kondektur. Iti mengatakan kalau ia sudah membangun jalan dengan biaya Rp50 miliar. Namun, jalan tersebut rusak akibat dilalui truk-truk besar yang melebihi kapasitas.

"Saya ngebangun jalan ini untuk masyarakat habis Rp50 miliar, terus masyarakat demo jalan rusak, tapi yang ngerusak segelintir bos-bos kalian. Harusnya saya sudah bisa ngebangun yang lain, tapi perbaikan jalan ini lagi, jalan ini lagi. coba kontribusi ini apa? Sedangkan pajak yang lain untuk ngebenerin jalan lagi," ujarnya dalam video yang diunggahnya, Selasa (18/2/2020) kemarin.

Baca Juga: Berawal dari DM Instagram Berujung ke Kursi Pelaminan, Kisah Pasutri Ini Jadi Viral!

Dari aksi sidaknya ini, Iti memeriksa sejumlah dokumen perijinan yang dimiliki supir dan mandor galian. Namun, dalam video tersebut Iti menyatakan kalau lokasi penambangan tanah merah itu belum memiliki izin resmi dari pemerintah setempat.

"Enggak ada kontribusinya kan? Izin enggak ada. 25 ton, 30 ton, 40 ton, sampai jembatan baru dua tahun dibangun jebol. Jalan di beton tinggi, demi kenyamanan masyarakat. Tapi dirusak sama segelintir doang. Justru masyarakat bisa celaka gara-gara tumpahan tanah," ujarnya menggunakan bahasa Sunda.

Lewat keterangan unggahan, Iti menjelaskan sikapnya ini yang mengatasnamakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, bukan bermaksud untuk menghambat usaha pihak mana pun. Siapa pun bebas mengembangkan usahanya, aslkan enggak merugikan pihak lainnya termasuk merusak fasilitas masyarakat, khususnya jalan raya. 

"Saya sudah cukup mengingatkan dan aparat saya berulangkali sudah menertibkan, tapi rupanya oknum-oknum ini masih juga membandel. Tidak ada cara lain, kami ancamkan kunci-kunci mobil angkutan, alat beratnya dan identitas berupa KYP/SIM supir dan mandor di lokasi galian, apabila masih punya itikad baik, silahkan datang temui saya. Demi masyarakat Lebak ini dan jangan pernah lelah untuk mencintai Lebak," tegasnya dalam keterangan unggahan.

Baca Juga: Pergoki Pacar sedang ‘Mantap-Mantap’ dengan Teman Kosan, Curhatan Wanita Ini Viral di Sosial Media

View this post on Instagram

Assalamualaikum, setelah selesai dari lebakgedong td siang saya lanjut monitoring melalui Kec. Curugbitung- Maja, di jalan saya mendapati Truck2 besar pengangkut tanah merah yang sama sekali tidak menguntungkan Kab. Lebak. . Perlu Kami tegaskan, bahwa Pemkab Lebak tidak pernah ada niatan untuk menghambat pihak manapun yg ingin melakukan usaha, tidak pernah. Tapi bagaimanapun, setiap usaha itu selain harus dilengkapi dengan perijinan sesuai ketentuan, namun juga tidak boleh merugikan pihak lain, khususnya masyarakat pengguna fasilitas umum. Keberadaan angkutan galian tanah merah ini, tetap harus menaati ketentuan beban kelas jalan yg ada. Jalan ini dibangun menggunakan uang negara yg berasal dari pajak masyarakat. . Saya sudah cukup mengingatkan dan aparat saya berulangkali sudah menertibkan, tapi rupanya oknum2 ini masih juga membandel. Tidak ada cara lain, kami amankan kunci2 mobil angkutan, alat beratnya dan identitas berupa KYP/SIM Supir dan mandor di lokasi galian, apabila masih punya itikad baik, silahkan datang temui Saya. Demi warga masyarakat Lebak, Saya akan pasang badan. Mari kita jaga bersama Lebak ini dan jangan pernah lelah untuk mencintai Lebak.

A post shared by Iti Octavia Jayabaya (@viajayabaya) on Feb 18, 2020 at 12:16am PST